JAKARTA (KBK) – Di 25 tahun kedua, Dompet Dhuafa kembali gencarkan pembangunan desa tangguh. Direktur Program Dompet Dhuafa Sabeth Abilawa mengatakan guna mewujudkan desa tangguh dibutuhkan gagasan dari masyarakat desa untuk menggiatkan ekonomi setempat. Di sisi lain mengubah pola pikir masyarakat desa juga mesti dilakukan untuk mewujudkan desa tangguh.
Pembangunan desa tangguh lanjut Sabeth merupakan sebuah program yang menjawab tantangan zaman yakni menurunkan angka kemiskinan.
“Untuk itu dibutuhkan gerakan Go Local. Yaitu melirik desa dan memunculkan potensinya,” ujar Sabeth di Jakarta (10/7).
Setelah potensi ditemukan, berikutnya pemberian modal usaha dan dilanjutkan dengan pencarian akses pasar. DD sendiri tambah Sabeth membangun desa tangguh berdasarkan survei terukur dan tidak bergantung oleh pihak mana pun.
“Salah satu definisi desa tangguh adalah one village one product. Ini juga penting untuk membendung laju urbanisasi,” katanya.





