Tuntut Jadi PNS, Ribuan Guru Honorer Demo di Depan Monas

Guru honorer demo di Monas, minta diangkat jadi PNS. Foto: Virga Agesta/KBK

JAKARTA (KBK) – Ribuan guru honorer dari berbagai macam daerah menggelar aksi damai di depan Monumen Nasional (Monas), Jakarta (10/2/2016). Mereka menuntut pengangkatan status dari guru honorer Kategori 2 (K2) menjadi Pegawai Negeri Swasta (PNS).

Kebijakan pemerintah periode lalu untuk mengangkat tenaga pengajar honorer K2 menjadi tenaga pengajar honorer Kategori 1 (K1) yang masih belum merata menjadi alasan para demonstran melakukan unjuk rasa tersebut. Pasalnya dalam pengangkatan tersebut dari 1 juta guru honorer yang sudah diangkat menjadi K1, masih ada 39 ribu guru yang tergolong honorer K2 masih belum di angkat.

“Kami adalah orang yang mencerdaskan bangsa, hingga saat ini bayaran yang kami terima hanya 150-300 ribu rupiah,” ujar Sufri (48 tahun), salah satu guru honorer K2 dari Tangerang.

Sufri menambahkan sudah puluhan tahun dirinya mengajar. Namun hingga saat ini belum diangkat menjadi PNS. Bahkan banyak dari muridnya saat ini sudah menjadi PNS.

“Ini bukan persoalan bangsa. Namun persoalan kesejahteraan orang-orang yang mencerdaskan bangsa,” ujar Amran, Anggota Komisi 2 DPR RI.

Dikatakan Amran, tidak meratanya pengangkatan guru honorer K2 disebabkan adanya permainan di provinsi maupun kabupaten kota yang menyaring secara tidak adil. Amran menambahkan guru honorer K2 harus diangkat secara otomatis, tanpa harus mengikuti test.

“Tuntutan kami pada tahun 2016 ini sesuai kesepakatan antara Komisi 2 dan Kemenpan harus ada solusi tentang nasib guru honorer K2 yang masih belum diangkat,” pungkasnya.

Advertisement