Bantu Korban Banjir Riau, Relawan Terkendala Fasilitas

Banjir di Bangka Belitung. Foto: Tempo

PEKANBARU (KBK) – Keterbatasan fasilitas seperti ketersediaan tenda pleton, rumah skala besar atau ruko kosong menyebabkan relawan kesulitan untuk membuat posko pengungsi di Riau.

Di Propinsi ini ada 3 Kabupaten yang terkena dampak banjir. Ketiga kabupaten tersebut adalah Kampar, Rokan Hulu, dan Kuantan Singingi.

Menurut informasi Ali Bustoni, Branch Manager Dompet Dhuafa Riau (DDR) untuk Kabupaten Kampar, daerah yang terdampak adalah Kecamatan : Kuok, Air Tiris, Bangkinang, Bangkinang Kota, Kampar Hulu, Rumbio Jaya, Tambang

Untuk Kabupaten Rokan Hulu, wilayah yang terdampak Bukit Juragan, Kolek Jembatan, Jembatan Omang dan untuk Kabupaten Kuantan Singingi wilayah yang terendam adalah kecamatan : Hulu Kuantan, Kuantan Mudik, Kuantan Tengah, Gunung Toar, Benai, Kuantan Hilir Seberang, Cerenti, Pangean, Inuman, Kuantan Hilir, Sentajo Raya

“Kedalaman banjir berkisar 1 M s.d 4 M, yang paling dalam jika wilayah tersebut berada di lembah atau lengkungan,” kata Ali Bustoni ketika dihubungi KBK.

Ali juga mengungkapkan penyebab utama banjir adalah curah hujan yang tinggi dan dibukannya semua pintu air di PLTA Kotopanjang.

poskobanjirriauSementara itu, lanjut Ali, Tim Dompet Dhuafa Riau telah menggulirkan bantuan kebutuhan pokok berupa makanan.

“Kami juga sudah mendirikan dapur umum agar kebutuhan makanan sehari-hari masyarakat yang terkena dampak banjir dapat terpenuhi,” ujar Ali..

Ditambahkannya, lokasi bantuan DDR masih terfokus di Kabupaten Kampar, Kec. Air Tiris Desa Tanjung Barulak, mengingat wilayah ini ada 4 dusun yang sangat parah dan juga lokasinya yang jauh dari badan jalan lintas.

Untuk bantuan lainnya, lanjut Ali, DDR bersinergi dengan FOZ Wilayah Riau, Swadaya Ummah dan PKPU mendirikan ‘Posko Bersama’.

Dikatakan Ali, ke depan, posko ini akan dijadikan posko pusat yang akan mengkoordinasikan posko-posko satelit masing-masing lembaga kemanusiaan di Riau.

Advertisement