Turki, Iran, Rusia, Komitmen Kawal Gencatan Senjata di Suriah

Suasana perundingan damai Suriah di Astana, Kazakhstan/Anadolu

ANKARA—Tiga negara yang menginisiasi perundingan damai di Suriah berkomitmen akan mengawal gencatan senjata yang disepakati masing-masing pihak. Ketiga negara itu adalah Turki, Rusia, dan Iran. Ketiganya akan membangun mekanisme trilateral untuk mengamati dan memastikan kepatuhan perjanjian.

Menteri Luar Negeri Kazakhstan, Kairat Abdrakhmanov, yang menjadi tuan rumah perundingan damai, membaca pernyataan bersama Turki, Rusia dan Iran. Dalam paparannya, yang dikedepankan dalam membangun perdamaian di Suriah adalah proses politik yang dilandaskan pada Peta Jalan Dewan Keamanan PBB 2015. “Ketiga negara telah memutuskan untuk mencegah semua bentuk provokasi,” ujar Kairat setelah perundingan damai berakhir di Astana, seperti dikutip dari Anadolu.

Turki, yang mendukung oposisi, serta Rusia dan Iran, yang mendukung rezim Bashar al-Assad, akan menggunakan pengaruh mereka untuk meminimalkan pelanggaran gencatan senjata. Selain itu mereka juga akan memastikan akses kemanusiaan tanpa hambatan ke negara itu.

Ketiga negara juga bersepakat akan bergabung memerangi kelompok ISIS dan Jabhat al-Sham (sebelumnya bernama Jabhat al Nusra). Kedua kelompok ini tidak dilibatkan dalam gencatan senjata dan perundingan.

Mohamed Alloush, yang memimpin delegasi kelompok oposisi, meminta semua pihak untuk mematuhi gencatan senjata dan meminta PBB untuk menjatuhkan sanksi pada setiap pihak yang melanggar perjanjian ini. “Tujuan kami adalah untuk mencapai solusi politik yang berkelanjutan dan nyata di Suriah,” tukasnya.

 

Advertisement