spot_img

Uji Kir Kendaraan

JAKARTA – Uji KIR wajib dilakukan bagi semua kendaraan umum, termasuk bus angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP), antarkota antarprovinsi (AKAP), dan pariwisata.

Uji KIR sangat penting dilakukan sebelum perjalanan, terutama untuk moda transportasi bus, demi keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan.

Apa Itu Uji KIR?

Uji KIR adalah serangkaian pemeriksaan atau pengujian pada bagian-bagian kendaraan untuk memastikan memenuhi syarat teknis dan layak jalan.

Kendaraan umum yang mengangkut banyak penumpang dan barang, seperti bus, mobil pikap, serta berbagai jenis truk dan angkutan umum lainnya, wajib melakukan uji KIR.

Selain itu, uji KIR adalah rangkaian kegiatan untuk menguji kendaraan bermotor sebagai tanda bahwa kendaraan tersebut layak digunakan secara teknis di jalan raya, terutama bagi kendaraan yang membawa penumpang dan barang.

Pengujian berkala terhadap kelayakan kendaraan biasanya meliputi:

  1. Emisi gas buang Kendaraan Bermotor;
  2. Tingkat kebisingan;
  3. Kemampuan rem utama;
  4. Kemampuan rem parkir;
  5. Kincup roda depan;
  6. Kemampuan pancar dan arah sinar lampu utama;
  7. Akurasi alat penunjuk kecepatan; dan
  8. Kedalaman alur ban.

Kapan Sebaiknya Melakukan Uji Kir Kendaraan?

Uji berkala yang dilakukan oleh pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan, sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (PP LLAJ) dan diperjelas melalui Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 19 Tahun 2021 tentang Pengujian Berkala Kendaraan Bermotor.

Uji berkala wajib dilakukan untuk mobil penumpang umum, bus, kendaraan barang, kereta gandengan, dan kereta tempelan yang beroperasi di jalan.

Mengenai waktu pelaksanaannya, pendaftaran uji berkala kendaraan harus dilakukan paling lama 13 hari setelah diterbitkannya Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) atau Sertifikasi Registrasi Uji Tipe (SRUT), dengan masa berlaku satu tahun sejak diterbitkannya STNK atau SRUT.

Uji berkala perdana dilakukan paling lambat satu tahun setelah terbitnya STNK pertama kali, dan perpanjangan uji berkala berikutnya dilakukan enam bulan setelah uji berkala pertama, serta terus menerus setiap enam bulan sekali.

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles