
UKRAINA, salah satu negara sempalan Uni Soviet (saat ini Rusia) dilaporkan menyiapkan rudal-rudal anti tank FGM-148 Javelin untuk menghadapi tank-tank lawannya.
Ketegangan antara dua negara eks- Soviet (Rusia dan Ukraina) terjadi di wilayah Donbass, Ukraina timur akibat campur tangan Rusia yang mendukung kelompok separatis melawan kubu nasionalis Ukraina.
Rusia, salah satu negara superpower, disebut-sebut telah mengerahkan senjata berat dan tank-tanknya ke perbatasan kedua negara, agaknya bersiap-siap melakukan invasi di belakang kubu separatis Ukraina jka diperlukan.
Untuk menghadapinya, menurut harian The Drive (9/7), AB Ukraina menyiapkan rudal-rudal anti tank FGM-148 Javelin buatan Ratheon dan Lockheed Martin, AS guna menghadang dan melumpuhkan tank-tank Rusia.
Rudal portabel anti tank Javelin dengan jarak jangkau sekitar 4,5 Km yang ditembakkan dari bahu bisa dioperasikan dengan mode ke sasaran langsung atau ditembakkan ke atas kemudian menukik menghunjam turret (menara) tank yang merupakan titik terlemahnya.
FGM148-Javelin dioperasikan secara “fire and forget” atau “tembak dan lupakan”, maksudnya begitu dipantik, rudal akan menuju target tanpa dipandu sehingga memberikan peluang bagi operatornya berlindung.
Sistem pencitraan thermal dengan teknologi Command Launch Unit (CLU) yang dimiliki Javelin memungkinkan memperbesar penampakan sasaran hingga 12 kali lipat sehingga meningkatkan akurasinya.
Javelin yang diproduksi untuk menggantikan rudal Dragonpendahulunya, satu set (pelucur dan rudal) dibandrol seharga 206.700 dollar AS atau sekitar Rp2,9 milyar, sedangkan rudalnya saja berharga sekitar 78.000 dolar AS (sekitar Rp1,09 milyar).
Sejak 2003, sudah sekitar 45.000 peluncur rudal Javelin yang diproduksi dan digunakan oleh 21 negara di dunia, termasuk sejumlah negara eks-Soviet lainnya seperti Georgia, Estonia dan Lithuania, juga oleh TNI-AD. (the Drive/CNN/ns)
Tensi di antara Ukraina dengan Rusia di wilayah Donbass, Ukraina, semakin meningkat. Pihak rusia menyiagakan senjata berat dan tank di perbatasan sedangkan Ukraina bersiap menerjunkan tentaranya di garis depan yang dilengkapi rudal Javelin. Dilansir dari situs resmi Lockheed Martin, rudal Javelin Javelin adalah rudal anti-tank portabel yang dipandu manusia dengan memanggulnya di bahu. Rudal bikinan perusahaan joint ventur Lockheed Martin dengan Raytheon ini juga dikenal sebagai FGM-148. Rudal ini memiliki dua mode serangan. Serangan pertama adalah rudal ditembakkan langsung ke target. Baca juga: Ukraina Siapkan Rudal Javelin untuk Melawan Tank Rusia Setelah rudal diluncurkan, Javelin akan memandu dirinya sendiri ke arah target. Hal itu memungkinkan operatornya agar segera berlindung. Sedangkan pada mode serangan kedua, rudal Javelin diluncurkan ke atas lantas, lalu javelin akan menukik ke bawah dengan tajam. Metode kedua ini sangat berguna untuk menyerang bagian atas tank yang biasanya merupakan bagian yang paling lemah. Dilansir dari The Drive, rudal ini memiliki teknologi Command Launch Unit (CLU) dengan sistem pencitraan termal yang mampu memperbesar hingga 12 kali. Teknologi ini memberikan kemampuan pengelihatan yang lebih baik saat malam hari dan dapat dilepas dari Javelin untuk digunakan secara terpisah. Baca juga: Rusia Kerahkan Militer ke Perbatasan, Ukraina: Serangan Bisa datang Kapan Saja Selain digunakan untuk meledakkan tank, rudal ini diklaim mampu meledakkan segala sesuatu mulai dari kendaraan lapis baja, pasukan yang bersembunyi, hingga pesawat terbang atau helikopter yang terbang rendah.
anglima Angkatan Bersenjata Ukraina, Ruslan Khomchak, mengatakan pasukan Angkatan Darat Ukraina yang baru-baru ini di rotasi di garis depan telah dilengkapi dengan rudal ini. “Pasukan Angkatan Bersenjata akan menerima Javelin selama rotasi di zona tempur,” jelas Khomchak. Dia menambahkan beberapa pasukan sedang menyelesaikan pelatihan penggunaan rudal Javelin. “Saya ingin memastikan bahwa tentara kami dapat secara efektif menggunakan rudal anti- tank,” sambung Khomchak. Baca juga: Perancis Akui Rudal Javelin yang Ditem
da tahun 2002, satu unit peluncuran komando Javelin berharga US$ 126.000, dan setiap rudal harganya sekitar US$ 78.000. Sementara menurut biaya satuan Tahun Anggaran Angkatan Darat AS 2018 untuk sistem senjata Javelin, menempatkan biaya satuan pada $ 206.705 (Rp 2,92 miliar).
Pada bulan Mei 2018, Ukraina membeli 210 rudal Javelin dan 37 peluncur dari Amerika Serikat dengan perkiraan US$ 47 juta (Rp 666 miliar).
ABC NEWS | POPULAR MECHANICS



