Underpass Jadi, Warga Sukoharjo Kekeringan

Ilustrasi underpass/ Foto: wikimedia.org

SUKOHARJO – Warga di sekitar terowongan underpass, Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, merasa cemas akan datangnya musim kemarau karena air akan menyusut, dan ini terjadi setelah dibangunnya underpass.

Wuryanto, 60 tahun, warga di RT 4 RW 13, mengaku khawatir dengan datangnya musim kemarau. Pasalnya pada puncak kemarau 2015 lalu, nyaris kehabisan air yang berasal dari sumur.

Menurutnya, sebelum ada underpass, pasokan air sumur sangat melimpah. Meskipun memasuki musim kemarau.

“Minggu ini sudah menyusut sekitar 30 centimeter. Biasanya kedalaman air sumur sampai dua meter. Pastinya kami harap-harap cemas dengan datangnya kemarau ini,” ujarnya, Rabu (18/5/2016), kepada suaramerdeka.com.

Kecemasan juga dirasakan warga lain, Ny.Dulmukti (67). Dia menjelaskan, sebelum ada underpass, warga tidak pernah memikirkan kekurangan air. Namun beberapa tahun adanya underpass, air sumur menjadi masalah serius.

“Mohon ada tindak lanjut secara nyata. Karena selama ini kami terpaksa harus beli air untuk minum saat musim kemarau. Ini kan masalah serius,” pintanya.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo, Suprapto menjelaskan, memasuki kemarau, pihaknya fokus terhadap kekeringan.

Ada sejumlah kecamatan rawan kekeringan di Kota Makmur. Diantaranya Weru, Bulu, Tawangsari, Nguter, Bendosari, Polokarto dan di pinggiran Kecamatan Sukoharjo.

Tim nya pun akan melakukan pengecekan jika memang ada titik di Kecamatan Kartasura karena underpass, “Tim akan mengecek. Bantuan air sangat mungkin kami berikan,” ungkapnya.

Advertisement