MEDAN – Seorang siswi SMK Negeri 3 Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, Amelia Nasution, melakukan percobaan bunuh diri setelah dirinya melakukan protes kecurangan yang dilakukan gurunya saat Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).
Setelah memprotes kecurangan tersebut, ia mendapat intimidasi dari gurunya sehingga ia merasa tidak kuat mendapat tekanan hingga akhirnya ia nekad menenggak racun serangga dan kini ia dirawat di RSUD Padangsidimpuan.
Mulanya, ia bersama dua temannya, Iddia Annur dan Rini Afrianti, memprotes pihak sekolah dan seorang guru berinisial E di media sosial. Mereka menuding guru E telah membocorkan kunci jawaban kepada seorang siswa berinisial Y yang tak lain adalah anaknya.
Aksi saling serang di media sosial pun terjadi. Mungkin karena tersudut dan kedoknya ketahuan, guru E lalu mengintimidasi korban dan dua temannya, dan mengancam akan memenjarakan mereka
“Kami bertiga diintimidasi, diancam mau dipenjarakan dan denda Rp 750 juta. Anak ibu E dikasih kunci jawaban, sementara yang lain tidak. Ada guru yang keberatan sama kami, dia yang manas-manasi ibu E supaya kami dipenjara,” kata Iddia dan Rini, sebagiamana dilansir Tribun Medan, Rabu (5/4/2017).
Sementara itu Kepala SMK Negeri 3 Kota Padangsidempuan, Darwisah Lubis mengaku belum mengetahui kejadian ini.
“Soal bocornya kunci jawaban, saya tidak tahu. Saya tahunya, ada siswi kami yang sakit dan di opname, saya jenguk, gara-garanya saya tidak tahu. Sebagai kepala sekolah saya kasih bantuan,” kata Darwisah.
Pihak keluarga korban rencananya meminta perlindungan dan pendampingan hukum ke lembaga perlindungan anak.




