JENEWA – Kepala Badan PBB untuk Urusan Pengungsi (UNHCR) Filippo GrandiĀ menyerukan solidaritas global yang lebih untuk menyelesaikan masalah pengungsi.
Badan PBB untuk urusan pengungsi (UNHCR) mengatakan pekan ini bahwa 70,8 juta orang terpaksa meninggalkan tanah air mereka tahun lalu atau menjadi pengungsi di negara sendiri akibat konflik, kekerasan, pelanggaran hak asasi, atau penganiayaan.
Jumlah tersebut menjadi jumlah terbesar sepanjang masa. Sekitar 25 juta dari mereka diklasifikasi sebagai pengungsi berdasar mandat UNHCR. Sisanya adalah pengungsi internal atau pencari suaka.
Mayoritas berasal dari hanya lima negara yaitu Suriah, Afghanistan, Sudan Selatan, Myanmar dan Somalia.
Grandi juga mendesak negara kaya untuk membuka pintunya bagi para pengungsi yang hidupnya masih terkatung-katung.
Dilansir VOA, Grandi menambahkan jika dia masih optimis hal tersebut dapat diatasi, dengan menunjuk Global Compact on Refugees yang disepakati Desember lalu sebagai peta jalan yang menetapkan kerangka kerja untuk pembagian tanggung jawab yang lebih adil dan kerja sama internasional.
Sejauh ini, kesepakatan itu sudah meningkatkan respon pengungsi pada setidaknya 15 negara.





