JENEWA – Badan PBB untuk Dana Anak-Anak (UNICEF) mengatakan hampir 60 juta kaum muda, yang tinggal di negara-negara konflik atau bencana alam, mengalami buta huruf.
UNICEF menambahkan dalam laporannya Rabu (31/1/2018) hampir 30 persen orang, usia antara 15 dan 19 tahun yang tinggal di “negara-negara darurat,” buta huruf dan masalah terutama terjadi di kalangan anak perempuan dan remaja putri, dimana 33 Persen remaja putri bahkan tidak menguasai pelajaran dasar, dibandingkan 24 persen anak laki-laki.
Direktur Eksekutif UNICEF Henrietta Fore mengatakan statistik tersebut adalah “peringatan nyata akan dampak tragis krisis itu terhadap pendidikan anak-anak, masa depan mereka, dan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi dan masyarakat mereka.”
Dia meminta tambahan dana untuk program pendidikan, terutama selama krisis kemanusiaan. Dikatakan, hanya 3,6 persen dana kemanusiaan dialokasikan bagi pendidikan kaum muda yang tinggal dalam situasi darurat, menjadikannya salah satu sektor kemanusiaan yang paling kurang dana.




