SUDAN-Dua kelompok bersenjata di Sudan Selatan membebaskan 145 tentara anak-anak. Kabar pembebasan dilaporkan agensi pendanaan anak-anak PBB (UNICEF).
Hal Ini merupakan pembebasan tunggal terbesar tentara anak di Sudan Selatan sejak 2015 yang dijamin UNICEF dan komisi perlucutan senjata bentukan pemerintah.
Anak-anak itu berasal dari pemberontak SPLA-In-Opposition, yang dipimpin mantan Wakil Presiden Riek Machar, dan Fraksi Cobra, yang menandatangani perjanjian perdamaian dengan pemerintah pada 2014.
“Harapan kami pembebasan hari ini akan diikuti oleh banyak yang lain,” Mahimbo Mdoe, kepala UNICEF di Sudan Selatan, mengatakan dalam sebuah pernyataan, yang dikutip All Africa dari AFP, Rabu (26/10/2016).
“Kami mengutamakan membawa mereka kembali ke sekolah dan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat sehingga anak-anak itu dapat melihat masa depan yang lebih menjanjikan,” tambahnya.
Setelah dibebaskan, para tentara anak langsung dilucuti persenjataannya, diberi pakaian sipil dan didaftarkan dalam program reintegrasi. Mereka semua akan menjalani penyuluhan agar bisa hidup harmonis bersama masyarakat. Keluarga anak-anak itu telah menerima bantuan pangan dan ternak selama tiga bulan.
Menurut Mdoe, anak-anak di Sudan Selatan perlu keselamatan, perlindungan, dan kesempatan. “Pertempuran sedang berlangsung di seluruh negeri, sehingga UNICEF terus menerima laporan tentang perekrutan (tentara) anak-anak,” katanya.
“Kami mendesak semua pihak mematuhi hukum internasional, untuk mengakhiri perekrutan dan melepaskan anak-anak yang saat ini menjadi barisan mereka,” pungkasnya.





