NEWYORK – Program dana pendidikan, Education Cannot Wait, akan diluncurkan UNICEF pada konferensi Kemanusiaan Dunia di Istanbul, 23-24 Mei mendatang.
Menurut salah satu organisasi dibawah naungan PBB yang konsentrasi di bidang anak ini program tersebut bertujuan mengumpulkan dana mendekati $4 miliar atau sekitar Rp 52 triliun selama lima tahun demi membantu 13,6 juta anak-anak yang butuh pendidikan dalam kondisi darurat.
Laporan terbaru UNICEF menyebutkan sekitar 75 juta anak usia sekolah di area krisis di seluruh dunia sangat memerlukan bantuan pendidikan. Contohnya di Suriah, 6000 sekolah tak layak pakai akibat perang sipil yang telah berlangsung selama lima tahun. Sementara di Ukraina Timur, konflik merusak atau menghancurkan satu dari lima sekolah.
Anak-anak pengungsi lima kali lebih mungkin putus sekolah, ungkap laporan itu. Selama waktu konflik, anak perempuan dua setengah kali lebih mungkin putus sekolah dibanding anak laki-laki.
“Selama krisis, anak-anak terutama berisiko melewatkan pendidikan mereka, padahal sekolah menyediakan tempat aman dan rutinitas yang vital bagi anak-anak dalam waktu krisis,” tercantum dalam laporan Unicef.
Padahal pendidikan sangatlah berguna bagi mereka, karena pendidikan memberi anak-anak bekal untuk membangun kembali hidup mereka dan, pada akhirnya, negara mereka. (sumber: BBC)




