
AFRIKA – Surat kabar Zionis Israel Haaretz hari ini memberitakan University of Stellenbosch di Afrika telah membatalkan keikutsertaan dua peneliti Israel dalam konferensi akademis tentang “Trauma Sejarah dan Nasional,” yang akan berlangsung pekan depan dengan judul “Pengakuan, Kompensasi dan Rekonsiliasi”.
“Pembatalan keikutsertaan dua peneliti Israel tersebut terjadi atas permintaan aktivis gerakan pemboikotan Israel BDS (The Para aktivis gerakan boikot Israel menjelaskan alasan permintaan mereka untuk membatalkan keikutsertaan dua peneliti Israel tersebut, dikarenakan alasan undang-undang nasional, serta penolakan peneliti Israel untuk membahas isu-isu seperti rekonsiliasi, simpati dan toleransi dengan melihat agresi yang dilakukan pasukan penjajah Zionis Israel di Jalur Gaza dan pendudukan yang dilakukan di Tepi Barat,” jelas surat kabar tersebut.
Dikutip dari Pusat Informasi Palestina, Surat kabar Israel ini menyatakan bahwa bahwa organisasi boikot Palestina dan organisasi boikot lainnya dari Afrika Selatan, mengirim surat Kamis (22/11/2018) lalu, kepada penyelenggara konferensi akademik di Universitas Stellenbosch yang isinya meminta mereka untuk membatalkan partisipasi para peneliti Israel.




