HARARE-aksi unjuk rasa yang dilakukan warga di Zimbabwe terus berlanjut dan mulai bertindak anarkis.
Karena itu, polisi di Zimbabwe menembakkan gas air mata dan meriam air ke arah pendukung oposisi yang berkumpul pada unjuk rasa di ibu kota Harare.
Seperti dilaporkan BBC, Jumat (27/8) waktu setempat, mereka juga memukuli warga yang mengenakan kaos merah, warga kelompok oposisi partai Gerakan Perubahan Demokratik MDC.
Para pengunjuk rasa mendesak perbaikan aturan pemilihan umum menjelang pemilu dilakukan pada tahun 2018.
Presiden Robert Mugabe, 92 tahun, mengatakan dirinya akan mencalonkan diri kembali.
Para pemimpin 18 partai oposisi mendesak warga Zimbabwe untuk turun ke jalan di Harare hari Jumat sebagai bagian dari apa yang dinamakan unjuk rasa massal.
Pengadilan Tinggi pada hari Jumat pagi memutuskan rencana pawai oposisi dapat dilakukan, satu hari setelah polisi memperingatkan unjuk rasa tanpa izin tidak akan diterima.
Unjuk rasa masyarakat, yang biasanya jarang terjadi di Zimbabwe, meningkat dalam beberapa bulan terakhir, memusatkan perhatian pada buruknya keadaan ekonomi negara itu.





