GAZA – Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengumumkan telah membuka 130 pusat pendidikan darurat di Jalur Gaza, yang menyediakan pembelajaran langsung bagi sekitar 47.000 anak.
Pengumuman ini disampaikan oleh Komisaris Jenderal UNRWA, Philippe Lazzarini, melalui akun X miliknya, Sabtu 16/3/2025).
Dalam pernyataannya, ia menyoroti peran UNRWA dalam memberikan pendidikan bagi anak-anak Gaza yang telah hidup di tengah perang genosida yang dilakukan Zionis Israel selama hampir 16 bulan.
Lazzarini menegaskan bahwa UNRWA tetap menjadi penyedia utama layanan pendidikan darurat serta dukungan psikososial terbesar di Gaza.
Ia menekankan bahwa pendidikan memberikan harapan bagi anak-anak Gaza dan membantu mereka dalam proses pemulihan, terutama dari trauma yang sulit diungkapkan.
Ia juga menambahkan bahwa masih banyak hal yang harus dilakukan untuk mendorong lebih banyak anak agar dapat kembali belajar.
Menurutnya, tantangan di Gaza sangat besar dan tidak ada waktu untuk disia-siakan. Tujuan utama UNRWA adalah mencegah hilangnya satu generasi anak-anak Palestina akibat konflik yang berkepanjangan.



