Update Gempa Kuningan, 36 Rumah dan Satu Sekolah Rusak

Ilustrasi Gempa Bumi. (Foto: iStockphoto)

KUNINGAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan mencatat sedikitnya 36 rumah di lima kecamatan di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, dan satu bangunan SMP terdampak gempa.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan Indra Bayu Permana mengatakan, gempa bumi mengguncang wilayah Kabupaten Kuningan sebanyak tiga kali. Yaitu dua kali pada hari Kamis yaitu pukul 04.01 WIB berkekuatan Magnitudo 3,6 dan pukul 17.36 WIB kekuatan Magnitudo 4,1, kemudian berlanjut pada Jumat siang pukul 10.49 WIB berkekuatan Magnitudo 3,9.

“Data terbaru total ada 36 rumah yang terdampak, berupa rusak ringan dan sedang seperti tembok rumah retak-retak dan genteng berjatuhan. Ditambah bangunan SMPN 2 Kuningan ada empat ruang kelas sebagian plafon jatuh. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun luka dari kejadian gempa tersebut,” ungkap Indra, dilansir detikJabar.

Indra menyebutkan, hingga saat ini ada lima kecamatan yang terdampak gempa tektonik tersebut yaitu Kecamatan Darma, Nusaherang, Kuningan, Garawangi dan Kramatmulya. Data terbaru, kata Indra, adalah kerusakan terbanyak di Perumahan Graha Alana di Kelurahan/Kecamatan Kuningan terdapat 18 rumah warga mengalami retak-retak.

“Saat gempa pertama hari Kamis pagi kami tidak mendapat laporan ada kerusakan, namun pada gempa kedua mulai ada masuk laporan rumah warga di Perum Puri Asri 3 mengalami rusak ringan berupa plafon jatuh dan di Desa Kertawirama, Kecamatan Nusaherang, ada mushola yang gentengnya berjatuhan. Ternyata Jumat siang tadi terjadi lagi gempa, dan ternyata banyak kami menerima laporan rumah yang terdampak hingga yang terbaru di Perumahan Graha Alana ada 18 rumah mengalami retak-retak,” papar Indra.

Atas kejadian ini, Indra mengatakan, pihaknya masih melakukan inventarisasi kemungkinan masih ada rumah warga atau fasilitas umum yang terdampak gempa. Selain itu, pihaknya juga telah mengirimkan logistik untuk warga yang terdampak berupa bantuan pangan.

“Untuk sementara kami masih melakukan upaya assessment sekaligus mengirimkan bantuan logistik. Sedangkan untuk upaya perbaikan, kita akan koordinasikan dengan dinas terkait,” ungkap Indra.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here