Usaha Ultra Mikro Perkotaan: Bertahan di Tengah Wabah

Presiden Jokowi mengeluarkan paket Program Jaringan Pengaman Sosial (JPS) senilai Rp 405 triliun (31/3) guna menanggulangi dampak wabah Covid-19. Jika intervensi yang dilakukan gagal, outbreak Covid-19 bisa terjadi pada akhir April atau awal Mei nanti.

JAKARTA – Pandemi Covid-19 telah menciptakan kerusakan ekonomi skala-besar, memukul hampir seluruh sektor ekonomi secara keras, dan menghempaskan jutaan pelaku ekonomi dalam waktu singkat, terutama pelaku ekonomi kecil.

Berbeda dengan krisis sebelumnya yang disebabkan oleh krisis keuangan dan perbankan, krisis saat ini yang disebabkan oleh pandemi telah membuat usaha mikro ikut mengalami kejatuhan yang dalam.

Dari sekitar 64,2 juta pelaku usaha di Indonesia, sekitar 98,7 persen diantaranya adalah pelaku usaha mikro, dengan aset maksimum Rp 50 juta. Dan dari 63,4 juta usaha mikro ini, sekitar 48 juta diantaranya diperkirakan adalah usaha ultra mikro, pelaku ekonomi terkecil yang selama ini tidak pernah bisa mengakses kredit mikro perbankan sekalipun karena ketiadaan agunan.

Untuk memahami kondisi dan respon usaha ultra mikro perkotaan di masa pandemi, IDEAS melakukan survey dan menemukan fakta bahwa kebijakan containment dan jatuhnya mobilitas masyarakat, memukul usaha ultra mikro secara signifikan melalui jatuhnya permintaan, terhambatnya operasional usaha, sulitnya memperoleh bahan baku, terhambatnya produksi hingga ketiadaan permodalan.

Advertisement