PURBALINGGA – Usai menyantap hidangan nasi kuning dan makanan ringan di acara pengajian, Sabtu (21/5/2016), puluhan warga Desa Binangun, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan.
Antara melaporkan berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga dan Bagian Humas Sekretariat Daerah Purbalingga, hingga Minggu (22/5/2016) siang tercatat sebanyak 68 warga yang diduga mengalami keracunan.
Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga Nonot Mulyono menduga keracunan tersebut disebabkan oleh makananan yang disajikan saat pengajian, seperti nasi kuning dan lauk. “Kami telah mengambil sampel makanan untuk diuji laboratorium di Semarang,” katanya.
Dari 68 warga tersebut, 18 orang di antaranya dirawat inap dan delapan orang menjalani rawat jalan di Puskesmas Mrebet, empat orang dirawat di Rumah Sakit Nirmala, empat orang dirawat di Panti Kesehatan Umum Bobotsari, 25 orang menjalani rawat jalan di Poliklinik Kesehatan Desa (PKD) Pengalusan, dan sembilan orang menjalani rawat jalan di PKD Binangun.
Bupati Purbalingga Tasdi mengatakan bahwa pemkab setempat akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban keracunan, baik yang dirawat inap maupun rawat jalan.
“Biaya akan ditanggung dengan dana Jamkesda (Jaminan Kesehatan). Kalau ada korban yang dirawat di rumah sakit swasta, mohon tidak dipungut biaya perawatan dan pengobatan,” katanya saat menjenguk korban di Puskesmas Mrebet.
Menurut dia, pihak rumah sakit swasta yang merawat korban keracunan dapat mengajukan klaim ke Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga.





