BANDUNG – Bayi berusia sembilan bulan, Dezan Dijaya harus merasakan sakit di tubuhnya akibat penyakit sirosis hati atau liver kronis.
Selain perutnya membuncit, jari, tangan dan matanya menguning. Sang ibu, Deasy Wulandari (36), bercerita saat ditemui di rumah keluarganya di Gang Andir Kaler 02, nomor 80, RT 02/03, Ujungberung, Bandung, Jumat (20/4/2018).
Deasy mengatakan, sudah hampir lima bulan bayinya menderita penyakit itu. Selama hampir lima bulan itu, anak ketiga dari Deasy dan suaminya, Sandy (46) ini sudah dibawa beberapa kali berobat dan dirawat di rumah sakit.
Namun, kesembuhan belum datang menghampiri bayi yang lahir pada 27 Juli 2017 itu.
“Pengobatan alternatif sudah dilakukan. Itu di Cibaduyut. Dua bulan pengobatan alternatif, seminggu dua kali, tetap enggak ada hasil,” kata Deasy, dilansir Tribun Jabar.
Dezan sudah tiga kali dirawat pada periode Januari-April 2018 di rumah sakit, “Terakhir kemarin baru saja pulang. Kemarin dirawat 11 hari. Kalau yang perawatan pertama dan kedua, itu enggak pakai BPJS. Kalau yang kemarin, yang ketiga, itu pakai BPJS, ada bantuan,” kata Deasy.
Dezan Dijaya, lanjutnya, belum bisa sembuh karena tiga kali perawatan itu memang belum dilakukan pengobatan, karena tiga kali perawatan hanya untuk menstabilkan kondisi bayinya saja.
“Bahkan, kata dokternya, kemungkinan buruknya, harus dilakukan transplantasi hati agar bisa sembuh. Dan itu cuma bisa di RSCM (Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo) Jakarta. Di Bandung belum ada yang bisa rumah sakitnya,” ujar Deasy.
Deasy berharap, mudah-mudahan kemungkinan terburuk itu tak terjadi. Dia pun menitipkan pesan agar didoakan saja supaya bayinya bisa segera sembuh.





