Usia Renta, Mbah Sutar Merasa Diberi Kemudahan untuk Cium Ka’bah

Mbah Sutar berkesempatan berfoto dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin/ Kemenag

MEKKAH – Sutar (78), jemaah haji asal Tulungagung Jawa Timur ini sangat bersyukur dan bersemangat melakukan ibadah haji meski usianya sudah renta..

Mbah SutarĀ  merasa bahagia dan bersyukur bisa menunaikan ibadah haji, apalagi bisa beribadah di Masjidil Haram. Saat ditanya kesannya pertama kali melihat Kabah, dirinya mengaku biasa saja, tapi setelah salat di Hijr Ismail dirinya baru meneteskan air mata.

Bahkan dia merasa bersyukur lagi karena dimudahkan dalam menjalani ibadah disana, apalagi ketika berada diantara ratusan jemaah yang berkeliling melakukan tawaf.

Di usia 78 tahun, Mbah Sutar mampu melakukan itu. Mbah Sutar merasa dirinya mendapat dorongan kuat untuk menyentuh Ka’bah dan salat di Hijir Ismail.

Saat memasuki Hijr Ismail pun, dirinya dimudahkan bahkan orang-orang sekitar memberi ruang dan melindunginya. Selain salat sunnah di Hijr Ismail, mbah Sutar juga berkesempatan memegang Kabah dan mencium Hajar Aswad.

“Alhamdulillah sudah pegang Kabah dan menciumnya,” ujar Mbah Sutar saat ditemui Media Center Haji (MCH) di Hotel tempatnya menginap, Senin (13//2018), dilansir laman kemenag.go.id.

Mbah Sutar sendiri merasa kebingungan saat berada di samping Ka’bah, karena di riuhnya jemaah haji lain yang melihat dirinya. Namun Mbah Sutar saat itu tak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk berdoa dan salat sunah.

“Saya doa dan salat di Hijir Ismail. Saya juga mencium Hajar Aswad,” ujar Mbah Sutar.

Bagi Mbah Sutar bisa melaksanakan haji adalah berkah hidupnya. Dirinya yang seorang petani dan hanya memiliki sapi, akhirnya bisa mendaftarkan berangkat haji 8 tahun lalu.

“Hasil panen saya jual dan belikan sapi. Sapi sudah kelihatan besar saya jual. Uangnya buat makan dan nabung haji,” ujar Mbah Sutar.

 

Advertisement