Vaksin Inavac Siap Digunakan

Vaksin Merah Putih atau Inafac buatan PT Biotis Pharmaceutical Indonesia dan peneliti Universitas Erlangga sudah dapat izin peredaran darurat (EUA) dari BPOM

LIMA juta dosis vaksin untuk melawan Covid-19 buatan dalam negeri, Inavac sudah siap digunakan guna mengatasi kelangkaan  akhir-akhir ini yang menghambat program vaksinasi.

Kepala Badan Pengawasan Obat an Makanan (BPOM) Penny K. Lukito (4/11) mengemukakan, vaksin Inavac yang dikembangkan dengan platform inactivated virus atau hasil isolasi SARS-CoV-22 pasien Covid-19.

Vaksin yang  dikembangkan oleh PT Biotis Pharmaceutical Indonesia dan Universitas Erlangga sudah mendapat izin dari BPOM untuk digunakan secara darurat (Emergency Use  Authorization – EUA) sesuai ketentuan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Keadiran vaksin Inavac yang sebelumnya sudah melalui tahapan uji klinik fase I,2, dan 3 sehingga memenuhi standar mutu, efikasi dan keamanannya cukup menggembirakan mengingat saat ini Indonesia sedang kekurangan vaksin untuk memenuhi capaian herd immunity bagi 236,4 juta penduduk.

Selain itu, dalam pekan terakhir ini terjadi lagi lonjakan kasus Covid-19

Kasus paparan Covid-19 naik empat hari terakhir berturut-turut dari 2.457 kasus (31/10), lalu 4.707 kasus (31/10), 4.873 kasus (1/11), dan 4.951 kasus (3/11), bahkan pada  4 Nov. tembus di atas 5.000 kasus (5.303) .

Berarti terjadi kenaikan kasus harian sekitar dua kali lipat dibandingkan dengan sejak periode sejak sekitar pekan ketiga September hingga pkan ketiga Oktober yang berada pada kisaran 1.000 sampai 2.000 kasus per hari.

Begitu pula dengan angka kematian yang pada awal sampai 23 Oktober paling tinggi 20 orang per hari, naik sampai 42 kasus dalam periode 29 Okt. Hingga 3 November.

Sementara Menkes Budi Gunadi Sadikin mengingatkan, kewaspadaan harus terus ditingkatkan mengingat saat ini sudah teridentifikasi munculnya subvarian Omicron bau yakni BA2.75, XBB dan BB1 yang banyak didapat di Singapura dan BQ1  yang menyebar di AS dan Eropa.

“Ketiga varian baru tersebut menyebabkan naiknya paparan Covid-19 di Indonesia, “ ujarnya. Namun di sisi lain, longgarnya kepatuhan terhadap prokes juga diduga ikut memicu lonjakan covid-19 akhir-akhir ini.

“Ayo kembali ketatkan prokes 3M, “ demi keselamatan bersama dari ancaman Covid-19!.

 

 

 

 

 

Advertisement