Vaksin Rusak Ditemukan di Bogor

Ilustrasi

BOGOR – Dinas Kesehatan Kota Bogor dalam usahanya mendeteksi penyebaran vaksin palsu di sekitar Bogor menemukan sejumlah vaksin dalam kondisi rusak dan tidak layak pakai.

Kepala Bidang Pengendalian Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3PL) Eddy Dharma menyebutkan, vaksin rusak yang terjadi karena tidak tepat penyimpanannya jauh lebih berbahaya dari isu vaksin palsu.

“Karena kalau vaksin rusak karena penyimpanan yang tidak benar, maka pemberian imunisasi jadi tidak optimal. Bahkan dapat berdampak buruk, karena si anak tidak mendapatkan vaksin yang tepat,” katanya di Bogor, Jumat (22/7/2016), dilansir Antara.

Karena itu, kata Eddy, yang terpenting adalah kesadaran pemilih fasilitas layanan kesehatan untuk menyimpan vaksin secara tepat dan benar. Sehingga kualitas vaksin dapat terjaga dan mampu memberikan imunitas pada anak secara optimal.

Eddy juga menjelaskan bahwa tim nya bergerak mengecek seluruh vaksin yang ada di fasilitas layanan kesehatan Kota Bogor, ada 18 rumah sakit dan belasan praktek dokter dan bidan swasta, apotik, maupun pedagang farmasi besar.

Hasilnya Dinkes tidak menemukan vaksin palsu, hanya ditemukan vaksin rusak yang cara penyimpanannya tidak sesuai standar keamanan saja.

Dinkes Bogor juga mengawasi penggunaan dan peredaran vaksin di seluruh fasilitas layanan kesehatan. Pengawasan itu dilakukan guna memastikan pemberian imunisasi pada anak sesuai dengan aturan, benar dan tepat.

“Salah satu upaya pengawasan dilakukan dengan menerbitkan surat kesepakatan bersama antara Dinas Kesehatan dengan seluruh fasilitas layanan kesehatan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Rubaeah, usai sosialisasi tentang vaksinasi di Aula Dinkes di Bogor, Jumat (22/7/2016).

Advertisement