
VIRUS corona SARS-CoV-2 penyebab Covid 19 terus bermutasi membentuk varian dan sub varian baru sehingga menyulitkan upaya global untuk menghentikan penyebarannya.
Sejak pertama kali terdeteksi dan menyebar di kota Wuhan, China medio Desember 2019 sampai hari ini (4/6), Covid-19 sudah menyebar di 225 negara dengan jumlah korban terpapar 172.886.570 orang, 3.716.340 diantaranya meninggal.
Angka korban tertinggi dialami Amerika Serikat dengan 34.173.532 warganya yang terinfeksi, 611.573 orang meninggal, disusul India dengan 28. 752.359 orang terpapar dan 340.179 orang meninggal, lalu Brazil dengan 16.802.000 juta orang terpapar dan 469.784 orang meninggal.
Peneliti Inggris seperti dikutip Daily Mail (3/6) melaporkan varian baru Covid-19 yang lebih menular dan berbahaya yang ditemukan dari 13 pendaki yang baru saja pulang dari Gunung Everest, Nepal, menuju Jepang.
Varian virus corona tersebut diduga merupakan gabungan mutasi varian virus asal India (B1.617) dan varian Afrika Selatan (B1.351) yang diyakini berpotensi resisten terhadap vaksin Covid-19 yang ada saat ini.
Berdasarkan la[poran otoritas kesehatan Inggeris, sejauh ini, 43 kasus varian yang menjangkiti para pendaki tersbeut sudah terdeteksi di Inggris pada 24 April lalu, dan sebelumnya juga di AS, India, dan Portugal.
Varian baru tersebt dianggap bisa menggabungkan sifat terburuk dari varian India yang lebih menular dan varian Afrika Selatan yang lebih tahan terhadap vaksin.
Menteri Transportasi Inggris Grant Shapps mengatakan, ada semacam mutasi varian virus di Nepal yang telah terdeteksi namun ia belum bisa memastikan potensinya untuk menjadi varian yang kebal dari vaksin. “Kami hanya tidak ingin mengambil risiko,” ujarnya.
Sementara Direktur di Pusat Pengawasan Covid-19 Wellcome Sanger Institute, Dr Jeffrey Barrett, juga mengamini, varian tersebut terdeteksi pula pada para pelancong Jepang yang kembali dari Nepal.
Otoritas Nepal sendiri memang sudah membuka kembali izin bagi ribuan pendaki Mount Everest musim semi tahun ini sehingga mengakibatkan setidaknya 100 kasus yang dilaporkan di base camp.
Pada saat yang sama, kasus Covid-19 melonjak di seluruh Nepal, dipicu serangan oleh gelombang kedua apa yang disebut sebagai tsunami Covid-19 yang menimbulkan lonjakan korbannya di India.
Di Indonesia sendiri, varian baru sepeti B117 asal Inggeris, B.1.351 dan B.1.617 asal India sudah terlacak dari beberapa kasus korban yang terpapar Covid-19.
Perang melawan Covid-19 belum usai. Terus patuhi prokes dan ikuti vaksinasi bila sudah ada kesempatan.




