Virus Flu Babi G4 Dikhawatirkan Bisa Jadi Pandemi

Ilustrasi petugas disinfektan

JAKARTA – Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Subandrio mengatakan semua pihak perlu mewaspadai virus flu babi G4 EA H1N1 yang berpotensi dapat menjadi pandemi.

Dia mengatakan virus tersebut dapat membawa semua gen yang pernah menimbulkan pandemi, dan hal itu diperkuat dengan pengamatan para ahli terhadap para peternak yang pernah terpapar virus tersebut.

Artinya, secara serologi terbukti mereka ada antibodinya terhadap virus itu sehingga menunjukkan ada paparan.

Meskipun demikian, Amin mengatakan hingga kini belum ada penjelasan bahwa virus tersebut bisa menularkan dari manusia ke manusia baru sebatas hewan ke hewan dan hewan ke manusia.

Ia menjelaskan, sebagaimana dilansir Antara, virus GA EA H1N1 tersebut pada dasarnya bukan hal baru serta telah bersikulasi cukup lama dan keturunan dari H1N1 pandemi Spanyol pada 1918.

Kemudian virus tersebut juga membawa gen EA dan TR. Artinya, virus itu sudah terdapat beberapa gen di dalamnya sehingga menarik perhatian para peneliti yang berpotensi terjadinya pandemi.

Karenanya, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman mengatakan perlu peningkatan surveilans agar virus itu tidak menjadi pandemi di Tanah Air. Peningkatan surveilans tersebut dibutuhkan sekali. Sebab, pintu masuk virus itu bisa menyebar di Indonesia cukup banyak.

Tidak hanya surveilans terhadap ternak, Amin juga menyarankan hal yang sama dilakukan pada manusia terutama para peternak babi.

Dia meminta tetap harus waspada jangan sampai Indonesia mengalami beban ganda,  jangan sampai muncul masalah baru sementara penanganan pandemi COVID-19 saja belum tuntas namun sudah muncul pandemi baru yakni flu babi GA EA H1N1.

Advertisement