HAITI – Para pejabat kesehatan di Haiti mengatakan mereka sedang mempersiapkan kemungkinan lonjakan kasus kolera akibat dari terjangan matthew yang telah merusak parah pasokan air dan sistem sanitasi.
“Karena banjir besar dan dampaknya terhadap infrastruktur air dan sanitasi, kasus kolera diperkirakan melonjak setelah badi matthew ini dan musim hujan kembali normal sampai awal 2017,” ujar Pan American Health Organization (PAHO) dalam sebuah pernyataan, yang dirilis Reuters, jumat (7/10/2016).
Bahkan sebelum badai menghantam Haiti minggu ini, negara miskin tersebut sudah berjuang untuk membendung penyakit yang ditularkan melalui air yang kotor tersebut.
PAHO mengungkapkan lebih dari 9.000 warga Haiti tewas, dan 790.000 telah terinfeksi wabah kolera sejak 2010. Infeksi ini disebabkan oleh air minum yang tercemar dan memicu diare, muntah-muntah dan dapat menyebabkan dehidrasi parah yang jika tidak ditangani dengan cepat sehingga bisa berakibat fatal.
Sementara itu Lembaga anak-anak PBB (UNICEF) juga telah memperingatkan akan wabah ini, terutama untuk anak-anak.
“Penyakit Kolera adalah ancaman pertama kepada anak-anak,” kata UNICEF. “Prioritas pertama kami adalah untuk memastikan anak-anak memiliki cukup air yang aman.” tambahnya.





