YAMAN – UNICEF mengungkapkan jika penyebaran wabah kolera di Yaman semakin mengkhawatirkan dan menyebar dengan cepat dimana sekitar 3.000 sampai 5.000 kasus baru ditemukan setiap hari.
Geert Cappelaere, direktur UNICEF Timur Tengah, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan The Associated Press pada Sabtu (3/6/2017) bahwa 70.000 kasus kolera yang dicurigai telah dilaporkan pada bulan lalu.
Dia menyuarakan keprihatinannya bahwa kasus kolera bisa berlipat ganda setiap dua minggu, menjadi 130.000 dan kemudian sekitar 300.000 kasus, kecuali jika ada bantuan lebih banyak diberikan.
Dia mengatakan wabah tersebut mungkin dapat menyebar di luar Yaman dan mengganggu semua negara tetangga Yaman dimana perang saudara sekarang berada di tahun ketiga.
“Ini menyedihkan, tapi kami harap wabah kolera akan menjadi titik balik untuk mengalihkan perhatian masyarakat ke Yaman,” katanya. “Kolera tidak akan dihentikan oleh perbatasan manapun.” ungkapnya.
Pertempuran di Yaman telah menewaskan lebih dari 10.000 orang, 3 juta orang lainnya mengungsi dan menghancurkan sektor kesehatan dan ekonomi negara tersebut. Cappelaere mengatakan banyak pasien tidak dapat melakukan perjalanan ke klinik gratis.
Baru kembali dari perjalanan lima hari ke ibukota Yaman, Sanaa, Cappelaere mengatakan bahwa wabah tersebut adalah horor terbaru yang dihadapi anak-anak Yaman bersamaan dengan meningkatnya kelaparan, perekrutan militan anak-anak, dan meningkatnya pernikahan anak-anak.
“Yaman adalah salah satu tempat terburuk di dunia untuk anak kecil,” katanya.





