Wakaf Deposito Bantu Biaya Kuliah Mahasiswa

Ilustrasi wakaf. (Foto: nabire.net)

JAKARTA – IPB University bersama Himpunan Alumni (HA) IPB menginisiasi program deposito wakaf dengan tujuan membantu biaya pendidikan mahasiswa IPB yang kurang mampu.

Kepala Badan Pengelola Bisnis, Investasi, dan Wakaf IPB, Naufal Mahfudz, menjelaskan bahwa Program Deposito Wakaf BSI Seri NAZHIR IPB-BSI-01-ALUMNI IPB merupakan program wakaf uang melalui skema deposito Cash Waqf Linked Deposit (CWLD).

Naufal menyatakan bahwa program ini diluncurkan dalam reuni akbar alumni IPB di Sentul, sebagai bentuk kontribusi dari IPB dan para pengusaha alumni IPB untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia, khususnya bagi mahasiswa yang kurang mampu.

“Program ini telah diluncurkan saat reuni akbar alumni IPB di Sentul. Kami di IPB, baik anak perusahaan, pengusaha yang berstatus sebagai alumni IPB ingin memberikan sumbangsih bagi kemajuan pendidikan Indonesia di kampus kami. Membantu mahasiswa kurang mampu,” ungkapnya, dilansir dari Antara.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara IPB University, Nazir IPB (BP Biswaf), dan PT Bank Syariah Indonesia (BSI).

Dengan target pengumpulan wakaf mencapai Rp100 miliar, program ini bertujuan memberikan bantuan kepada 500 mahasiswa IPB dari hasil bagi hasilnya.

Program Deposito ini merupakan inovasi keuangan sosial syariah pertama di Indonesia dengan konsep CWLD. Masa penawaran berlangsung dari 25 November 2023 hingga Januari 2024.

Nasabah wakaf deposito seri program NAZHIR IPB-BSI-01-ALUMNI IPB akan mendapatkan bagi hasil setahun, yang akan disalurkan sebagai beasiswa untuk mahasiswa IPB.

Naufal melaporkan bahwa sudah ada wakaf deposito sebesar Rp1 miliar dari pertemuan alumni dalam reuni akbar beberapa waktu lalu.

Program ini melibatkan kerja sama dalam pemasaran dan penyaluran wakaf melalui produk BSI Deposito Wakaf, dengan hasil bagi hasilnya diserahkan kepada Nazhir IPB untuk didistribusikan kepada mahasiswa IPB sebagai penerima manfaat dalam bentuk beasiswa.

“Tujuan dari program ini adalah untuk mencegah terjadinya putus kuliah karena adanya kendala biaya. Selain itu, program ini juga ditujukan untuk mendukung pencapaian SDGs 1 (No Poverty), SDGs 4 (Quality Education), dan SDGs 5 (Gender Equality),” tuturnya.

Advertisement