JAKARTA – Terdapat tiga hal yang akan terus memberikan pahala meskipun kita sudah meninggal dunia. Salah satunya adalah melalui wakaf.
Wakaf merupakan tindakan memisahkan sebagian harta benda untuk digunakan untuk kepentingan bersama. Oleh karena itu, pahala dari wakaf tidak akan pernah habis dan terus mengalir.
Wakaf tidak hanya dapat dilakukan oleh orang yang masih hidup, tetapi juga diperbolehkan untuk melakukan wakaf atas nama orang yang sudah meninggal dunia.
Sebagai contoh, seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah, “‘Ibuku telah meninggal, saya berpikir jika beliau masih hidup, pasti beliau akan bersedekah. Apakah beliau akan mendapatkan pahala jika saya bersedekah atas nama ibu saya?’ Rasulullah menjawab, ‘Tentu’.” (HR Bukhari)
Hadis ini menjelaskan bahwa wakaf yang diniatkan untuk orang yang sudah meninggal dunia diperbolehkan. Misalnya, melakukan wakaf atas nama orang tua yang sudah meninggal dunia.
Melakukan wakaf atas nama orang tua yang telah meninggal dunia merupakan hadiah istimewa bagi mereka. Ini merupakan bentuk kasih sayang yang tidak akan pernah terputus.
Wakaf juga merupakan amalan yang bermanfaat bagi umat Islam untuk mempersiapkan bekal di akhirat. Keberkahan dari wakaf ini tidak akan terputus, bahkan setelah wakif (orang yang mewakafkan) meninggal dunia.
Bentuk-bentuk wakaf untuk orang tua yang sudah meninggal dunia antara lain berupa uang, harta bergerak, dan harta tidak bergerak.
Mari kita berwakaf untuk orang tua yang sudah meninggal dunia sebagai bentuk kasih sayang dan cinta kita sebagai anak kepada mereka. Insyaallah, pahala dari wakaf kita akan sampai kepada keduanya. (bwi.go.id)





