Walhi Kalteng : Pemerintah Gagap Hadapi Asap

PALANGKARAYA (KBK), Asap tak kunjung hengkang dari Kalimantan Tengah  dan sekitarnya, meski berbagai upaya dilakukan. Dampaknya, masyarakat tidak mendapat udara sehat. Saban hari menghirup udara yang tercemar.

“Setiap tahun sejak 18 tahun yang lalu, kondisi ini tidak berubah, harusnya bisa diatasi dari awal, karena titik api itu selalu terpantau. Jadi logikanya bisa diatasi sejak dini,” jelas Afandi, Deputy Direktur Walhi Kalimantan Tengah, jepada KBK, di Palangkaraya, Rabu (21/10/2015).

Menurut Afandi, kelihatan pemerintah gagap dalam menyikapi asap, makanya tidak terihat aksi yang konkret untuk mengatasinya dan mencegah sesudahnya.

“Banyak yang menyalahkan masyarakat yang membakar lahan, menurut data Walhi justru titik api itu selalu berada di lahan konsesi,” jelasnya.

Dikatakannya, lahan yang terbakar jutaan hektar luasnya, itu nggak mungkin kebun garapan masyarakat. “Berapalah kemampuan masyarakat mengolah lahan,” tutur Fandi.

Untuk itu, lanjutnya, solusi yang ditawarkan Walhi adalah tinjau ulang izin konsesi, tangkap para pemangku kepentingan perusahaan yang membakar lahan dan hutan.

Advertisement