Walikota Jogja Kunjungi Dilla Korban Sayatan Orang Misterius Saat Ujian Nasional

Nadilla Eka Rahmawati dikunjungi walikota usai ujian nasional. Foto:KRjogja

YOGYAKARTA (KBK) – Nadilla Eka Rahmawati (12) atau Dilla, siswa SDN Randusari Kotagede Yogyakarta optimis mampu menyelesaikan Ujian Sekolah Daerah (UASDA) dengan baik. Usai kelulusan, dirinya bahkan semangat untuk melanjutkan sekolah ke salah satu SMP favorit di Kota Yogyakarta.

Rasa trauma sama sekali tidak terlihat di raut wajah salah satu korban penyayatan yang terjadi pada akhir April lalu. Meski demikian, kejadian tersebut tetap menjadi pelajaran berharga bagi pihak sekolah maupun keluarganya. “Banyak yang memberikan dukungan. Sudah tidak ada apa-apa. Setelah dari sini rencana mau ke SMPN 9 Yogya,” akunya polos usai mengerjakan materi UASDA terakhir, Rabu (18/05/2016).

Dilla juga mendapat atensi dari Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti yang mengunjunginya hingga usai ujian.

“Saya dulu sudah berjanji akan menjenguk saat ujian. Saya apresiasi karena Dilla tidak merasa trauma pasca kejadian. Setelah mendapat perawatan medis pun langsung beraktivitas seperti biasa di sekolah,” aku Haryadi yang sebelumnya memantau pelaksanaan UASDA di SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta seperti disitat dari KRJogja.

Sebelumnya, April 2016 lalu, Warga Yogya digegerkan dengan adanya aksi dua lelaki dijalanan yang menyayat tangan setiap orang yang dijumpai terutama perempuan.

Senin (25/4) pagi tadi sudah ada tiga korban yang mengalami kejadian tersebut dan semuanya adalah perempuan dengan satu diantaranya anak-anak.

Korban anak-anak tersebut adalah Nadila Eka Rahmawati (12), seorang pelajar SD. Dia menjadi korban penyatan di Jalan Nyi Pembayun Kotagede, tepatnya di utara Lapangan Karang, Kotagede, Yogyakarta.

“Saat itu korban sedang pulang sekolah dengan mengendarai sepeda kayuh. Sekitar pukul 12.45 saat sampai di tempat kejadian didekati pengendara motor dan langsung menyayat lengan kanannya,” ungkap Kapolsek Kotagede Kompol Suparman.

Seperti diinfokan SindoNews, akibat aksi tersebut, korban harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Hidayatullah dan mendapatkan 20 jahitan.

Advertisement