Walkot Kediri: Warga Miskin Harus Punya Kartu Sakti

Ilustrasi/ Vivanews

KEDIRI – Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan pihaknya terus menyisir warga kurang mampu atau warga miskin di Kota Kediri untuk mengetahui secara langsung apakah warga miskin di Kediri sudah punya kartu sakti atau belum.

“Saya ingatkan warga yang di bawah garis kemiskinan harus mempunyai kartu sakti, bisa Jamkesda, BPJS sehingga nanti jika mereka sakit tetap dilayani dengan gratis, artinya dibayar pemerintah,” ujarnya, Sabtu (17/9/2016), seperti dilansir Antara.

Menurutnya banyak warga yang malas mengurus kartu dan baru mendesak emmbuat jika sudah jatuh sakit, “Banyak warga yang dulu mampu sekarang tidak mampu karena tidak bekerja akibat sakit, dan mereka belum mengurus. Nanti pak lurah saya minta bantu,” katanya.

Fakta tersebut didapatinya saat ia melakukan berbagai kunjunga, banyak warga yang mengetahui terkait dengan beragam kartu tersebut, tapi mereka masih enggan untuk mengurusnya. Bahkan, seolah-olah mereka menunggu sakit dulu, baru mengurus berbagai surat tersebut. Untuk itu, ia meminta agar keluarga jangan menunggu sakit untuk mengurus surat-surat jaminan kesehatan tersebut.

“Saya lihat yang ‘sepuh’ (tua) kesadaran ke puskesmas rendah, jadi mereka sakit dibiarkan saja, ditahan dan tidak datang ke puskesmas. Jadi, harapannya kami nanti lebih mendekatkan pelayanan ke masyarakat,” harapnya.

Abdullah mengungkapkan jumlah warga miskin sekitar 12 ribu kepala keluarga (KK). Dari jumlah itu, sebagian warga mendapatkan fasilitas BPJS Kesehatan, namun masih ada warga yang mendapatkan jaminan kesehatan daerah. Mereka yang tidak terdata di pusat, juga mendapatkan fasilitas kesehatan dengan Jamkesda tersebut.

Awal 2016, ada sekitar 5 ribu kartu yang sudah dibagikan oleh BPJS Kesehatan Cabang Kota Kediri. Pada November 2015, BPJS Kesehatan juga telah memberikan 48.834 kartu kepada warga miskin. Pendistribusian kartu itu juga lewat kelurahan untuk diberikan langsung kepada warga bersangkutan, dan saat ini juga masih memroses kartu baik untuk warga miskin maupun peserta mandiri.

Advertisement