spot_img

Wanita Cerdas Mudah Diberdayakan

JAKARTA–Perempuan adalah tiang keluarga dan tiang negara. Namun di saat yang bersamaan, perempuan adalah penanggung beban terbesar penderitaan akibat kemiskinan. Baik yang bersumber pada kebodohan, ketidakadilan, perang, maupun bencana.

Demikian disampaikan tokoh pers nasional yang juga Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa, Parni Hadi. Ia menjadi narasumber di salah satu acara  Persatuan Istri Tentara (Persit) Kartika Chandra Kirana. Menurutnya, di balik keindahannya, perempuan memiliki kerentanan. Untuk itu, perempuan harus cerdas dan diberdayakan. “Wanita yang cerdas mudah untuk diberdayakan,” katanya, Rabu (23/8/2017).

Pengalaman Dompet Dhuafa membuktikan, perempuan bisa menjadi aktor penggerak ekonomi keluarga saat mereka diberdayakan. Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi, Imam Rulyawan, di forum yang sama menguraikan program-program pemberdayaan yang menyasar perempuan. “Kami memiliki program Perwira yang merupakan singkatan dari Perempuan Wirausaha di berbagai daerah,” ujarnya.

Di Indramayu dan Lombok misalnya, Dompet Dhuafa berhasil mengangkat derajat hidup puluhan keluarga miskin dengan memberdayakan kelompok perempuan. Mereka didampingi meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan nelayan menjadi berbagai produk turunan. Program yang paling fenomenal adalah pemberdayaan 30 wanita di Kasemen, Serang Banten, melalui budidaya kerang hijau.

“Tahun 2015 lalu mereka kita berikan zakat berupa modal usaha. Tahun ini mereka sudah bisa membayar zakat ke Dompet Dhuafa. Itu artinya kita bisa mengubah mereka dari penerima zakat menjadi pembayar zakat,” tukas Imam.

Jika perempuan sejahtera (bahagia), keluarga, masyarakat dan bangsa juga akan sejahtera.

spot_img

Related Articles

spot_img

Latest Articles