ISRAEL – Jalan-jalan di Bnei Brak, kota di bagian tengah Israel, sepekan lalu masih ramai dipenuhi para pembelanja, dan komunitas ultra-Ortodoks yang mayoritas di kota itu, mengabaikan perintah tinggal di rumah sebagai bagian dari usaha mencegah penyebaran virus corona.
Namun akhirnya pada Jumat (3/4/2020), Bnei Brak menjadi pusat penyebaran virus corona terburuk di negara itu, dan kini seperti kota mati karena semua tidak berani keluar rumah.
Seorang pakar mengatakan kepada Associated Press, hampir 40 persen penduduk kota itu tertular virus tersebut.
Kota itu dikecam banyak kelompok sekuler di Israel karena meremehkan usaha nasional mengendalikan virus corona. Kecaman terutama tertuju kepada komunitas-komunitas ultra-Ortodoks (atau Haredi) yang diketahui memiliki angka kasus yang dikukuhkan jauh lebih tinggi daripada komunitas-komunitas lainnya.
“Wabah di Bnei Brak sama dengan wabah di Tel Aviv. Yakoov Litzman tidak hanya mengingkari para pemilihnya. Ia mengingkari semua warga Israel,” kata Zehava Galon, mantan pemimpin partai sekuler, Meretz, dilansir harian Haaretz.
Litzman seorang menteri kesehatan Israel dan juga tokoh ultra-Ortodoks berpengaruh yang ditunjuk untuk memimpin perang melawan virus corona ini termasuk yang menentang gagasan perintah tinggal di rumah dan pada Kamis (2/4/2020), ia dinyatakan positif tertular virus corona.
Karena statusnya yang positif itu, PM Benjamin Netanyahu, dirjen kementerian kesehatan, kepala dinas intelijen Mossad, serta banyak pejabat tinggi lainnya, menjalani karantina karena kontak mereka dengan Litzman.
Ketika Israel mulai menutup sekolah-sekolah, kantor-kantor dan bandara internasionalnya bulan lalu untuk memperlambat perebakan wabah, Litzman bukan satu-satunya pemimpin agama yang menentang, Rabi berpengaruh dari Bnei Brak, Chaim Kanievsky, mengatakan, menghentikan kegiatan-kegiatan keagamaan lebih berbahaya daripada virus corona.
Dalam beberapa pekan terakhir, usaha polisi untuk menegakkan perintah karantina di Bnei Brak dan kawasan-kawasan permukiman relijius di Yerusalem disambut aksi protes.
Beberapa demonstran meneriakkan kata “Nazi” ketika polisi menangkap dan mendenda para pelanggar.
Hingga kini, Israel memiliki lebih dari 6.800 kasus dengan 36 kematian. Dan kasus paling banyak ditemukan di Yerusalem dan Bnei Brak, demikian dikutip dari VOA.





