LAMPUNG – Salah seorang warga Kalianda, Lampung Selatan, Iksan (38) mengungkapkan kondisi warga di Pulau Sebesi yang terisolasi karena sempat berhubungan dengan kerabatnya yang berada di Pulau Sebesi melalui ponselnya.
Menurutnya saudaranya itu mengatakan, hingga saat ini warga yang tinggal di Pulau Sebesi yang tengah mengungsi di dataran tinggi belum berani pulang ke rumah.
“Ya kerabat saya tadi sempat hubungi saya, tak lama kemudian ponselnya mati,” ujarnya, dilansir CNN Indonesia, Selasa (25/12/2018).
Dia menambahkan warga juga sudah mulai kekurangan stok bahan kebutuhan pokok makanan (sembako).
“Kami berharap, tim dan pihak pemerintah daerah bisa segera datang ke lokasi agar dapat segera dievakuasi,” ujarnya.
Iksan menambahkan saat terjangan gelombang tinggi itu datang, ada satu korban anak-anak warga Pulau Sebesi meninggal dunia dan korban sudah berhasil ditemukan.
Sementara Kapolres Lampung Selatan, AKBP M. Syarhan, mengatakan pihaknya masih terus memantau situasi dan kondisi gelombang laut dan kecepatan angin untuk menuju ke Pulau Sebesi tersebut. Dalam dua hari terakhir pascagelombang tinggi tsunami, gelombang dan angin cukup kencang.
“Jika memang memungkinkan saya dan tim akan langsung menuju ke sana (Pulau sebesi),” ungkapnya.





