Mojokerto–Banjir yang merendam sejumlah daerah di Kota Mojokerto,Jawa Timur sejak dua hari lalu belum surut.
Dari enam kelurahan dari tiga kecamatan di Kota Mojokerto yang terendam banjir, terparah terjadi di Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan dan Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari. Hingga kini warga mengaku masih belum mendapat bantuan.
Salah satu warga, Khoiriyah (54) mengatakan, banjir karena luapan Kali Sadar tersebut terjadi sejak Senin (21/2/2017) kemarin. “Banjir ini dari arah atas (Pacet, red) hujan sehingga Kali Sadar meluap karena tidak mengatasi lagi,”imbuhnya seperti dilansir Beritajatim Selasa (21/2).
Banjir kali ini yang terparah. Banjir terjadi karena hujam yang turun sejak, Senin malam cukup deras.
“Ini banjir yang paling parah, belum ada bantuan. Hanya ada bantuan satu bungkus mie instans dan satu butir telur, itupun dari warga. Dari pemerintah belum ada bantuan apapun,” tegas istri Sujikan (56).
Hal yang sama diakui warga Lingkungan Keboan, Kelurahan Meri, Kota Mojokerto. Warga mengaku belum mendapat batuan apapun sehingga terpaksa warga meminta sumbangan di pinggir jalur By Pass Mojokerto. “Belum ada bantuan, padahal ketinggian banjir disini sampai 1 meter,” tambah Ikhsan .





