Warga Menonton, Proses Pencarian Korban Terganggu

Ilustrasi Proses pencarian korban dan evakuasi oleh tim gabungan di Garut/ Foto: viva.co.id

GARUT – Dalam proses pencarian korban banjir bandang di Garut, tantangan berat yang dihadapi Tim SAR gabungan dalam mencari korban adalah kondisi lumpur tebal yang sudah mulai mengering ditambah keberadaan warga di luar kampung yang menonton proses pencarian.

Humas Basarnas Jawa Barat Joshua Banjarnahor menuturkan warga yang tidak berkepentingan sambil hilir mudik membuat lumpur semakin mudah mengeras. Pada saat yang sama, tim pencari menemukan tanda-tanda keberadaan korban di balik tumpukan lumpur itu.

“Lumpur yang tadinya masih basah akhirnya mengeras lagi gara-gara diinjak-injak warga yang menonton. Lalu, karena warga banyak di situ juga mengganggu penciuman tim pencari yang awalnya sudah mencium bau keberadaan jasad,” keluhnya, dikutip dari liputan6.com, Jumat (23/9/2016).

Sementara itu ia juga mengingatkan jika warga yang menonton proses pencarian sebenarnya berisiko membahayakan warga itu sendiri. Contohnya, ada seorang warga hampir celaka saat berada di lokasi bencana karena tidak menyadari ada sumur di balik tumpukan sampah yang diinjak.

“Di balik sampah itu ada sumur. Untung cuma satu kakinya yang jeblos, bukan dua-duanya. Untung kita juga melihat, kalau tidak dia ikut jadi korban,” ungkapnya.

Karenanya, pihaknya berharap warga yang mau melihat dari jarak yang aman dan tempat yang aman. Ia menyarankan warga yang memang hendak membantu korban banjir bandang langsung datang ke penampungan untuk memberikan bantuan. “Jangan lagi dijadikan tempat wisata bencana,” ucap Joshua.

Advertisement