DENPASAR –Â Warga miskin di Bali dengan penghasilan terendah akan mendapatkan kartu khusus untuk mengambil jatah pembelian elpiji ukuran tiga kilogram dengan harga subsidi Rp12.500.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali I Ketut Wija mengatakan,ada sekitar 40 persen warga dengan penghasilan terendah di setiap daerah di Tanah Air, termasuk di Bali, akan mendapatkan kartu khusus untuk mengambil jatah pembelian elpiji ukuran tiga kilogram dengan harga subsidi Rp12.500.
“Masyarakat yang lain boleh saja membeli gas ukuran tiga kilogram, tetapi dengan harga pasar Rp17.000, tidak harga subsidi. Kalau harga subsidi `kan Rp12.500. Jadi, pemerintah pusat akan menghemat total sekitar Rp50 triliun,” ujarnya, di Denpasar.
Menurut dia, kebijakan nasional ini awalnya akan dilakukan secara bertahap. Pertama, pada 2017 untuk di Bali, Lombok, Bangka-Belitung, dan Batam. Tahun 2018 dilanjutkan di Jawa dan Sumatera..
Selain itu, nantinya untuk pembelian elpiji tiga kilogram (gas melon) bersubsidi akan dijatah untuk setiap kepala keluarga (KK) miskin, misalnya hanya boleh membeli empat tabung dalam satu bulan. Gas itu dibeli menggunakan kartu khusus yang nantinya dicetak oleh sejumlah bank yang diajak bekerja sama.
Di dalam kartu tersebut terisi semacam pulsa untuk keperluan membeli gas melon. Oleh karena itu, proses validasi terkait penerbitan kartu saat ini terus dilakukan agar subsidi gas melon benar-benar tepat sasaran.
“Masing-masing warung akan diberi alat untuk menggesek kartunya. Jadi akan ditentukan berapa pusat-pusatnya. Penjualnya nanti mencatat, pemilik kartu ini sudah berapa kali membeli gas agar tidak diperjualbelikan gas itu,” ucap Wija, diberitakan Antara, Kamis (30/3/2017).





