BANTEN – Kepala Pos Pemantau GAK di Pasauran Anyer, Banten Deni Mardiono meminta masyarakat pesisir Cilegon, Anyer, Carita, dan Labuan meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan aktivitas vulkanik gunung Anak Krakatau.
Dalam status Waspada itu, baik masyarakat, wisatawan, nelayan, maupun pelaku pelayaran tidak boleh mendekati pusat kawah gunung karena cukup membahayakan keselamatan jiwa.
Aktivitas kegempaan GAK sepanjang Minggu (6/2), berdasarkan hasil rekaman seismograf dengan letusan tujuh kali, embusan antara 25-50 meter, amplitudo 0,5-42 mm, delapan kali gempa vulkanik dangkal dan tujuh kali embusan.
“Kami telah menyampaikan imbauan kewaspadaan itu kepada pemerintah daerah,” katanya.
Saat ini, erupsi GAK tidak mengeluarkan lava pijar dan suara dentuman. Peningkatan aktivitas kegempaan vulkanik yang memicu erupsi GAK, sebagai siklus periode empat tahunan. Erupsi GAK terakhir pada 2018.
Dengan demikian, kegempaan vulkanik GAK harus waspadai dengan mengikuti anjuran pemerintah daerah setempat dan hasil pemantauan GAK. Masyarakat pesisir juga harus tetap tenang dan tidak terpancing informasi menyesatkan serta hoaks.
“Kami minta warga pesisir pantai tetap tenang menyusul terjadi erupsi GAK,” katanya.
Sebelumnya Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga mencatat GAK mengalami erupsi sembilan kali pada Jumat (4/2). Tinggi asap hasil erupsi berkisar 800-1.000 meter di atas puncak dengan warna kolom kelabu-hitam cukup tebal.
Pada hari itu, teramati letusan pukul 09.43, 10.25, 10.28, 12.46, 13.00, 13.31, 13.41, 14.46 dan 17.07 WIB.
Kegempaan GAK mengindikasikan bahwa erupsi gunung itu tipe magmatik, sejalan dengan kegempaan vulkanik yang terekam. Kegempaan sejak 16 Januari-4 Februari 2022 ditandai dengan terekam gempa-gempa vulkanik dan gempa permukaan yang mengindikasikan intrusi magma dari bawah ke permukaan secara bertahap.
“Dari data pemantauan secara visual dan instrumental mengindikasikan bahwa gunung api Anak Krakatau masih berpotensi erupsi,” ujar dia, dikutip Antara.
Potensi bahaya dari aktivitas GAK saat ini dapat berupa lontaran lava pijar, material piroklastik, dan aliran lava.




