Warga Sekampung di Jombang Berangkat Umroh Bersama Setelah Menabung Lima Tahun

Ilustrasi/ Foto: IST

JOMBANG – Puluhan warga yang tinggal dalam satu kampung di di Desa Genukwatu, Kecamatan Ngoro, Jombang, Jawa Timur berangkat menunaikan ibadah umrah secara bersama-sama setelah menabung selama lima tahun.

Jumlah warga yang berangkat umrah dari satu kampung ini sebanyak 56 orang. Mereka semua bukan dari kalangan orang-orang berada, tapi mayoritas justru dari kalangan keluarga sederhana, dan biaya umroh ditabung selama lima tahun yang dikoordinir oleh tokoh masyarakat di Desa Genukwatu.

Sudirman, salah seorang warga yang beruntung dan bisa berangkat umroh menjelaskan, setiap hari dirinya dan para tetangga di kampungnya menyisihkan uang dan dimasukkan ke dalam kotak khusus.

“Dengan jumlah bervariasi, kadang Rp10.00, Rp50.000 dan kadang juga Rp100.000,” ujarnya saat menunggu keberangkatan menuju bandara dengan bus. Seminggu sekali uang tersebut akan diambil oleh koordinator di tiap dusun lalu disetorkan kepada bendahara di tingkat desa untuk disimpan di bank. Setelah nilainya mencukupi, akhirnya mereka bisa berangkat umrah beramai-ramai pagi ini. “Total awalnya ada 200 orang lebih warga yang mengikuti kegiatan nabung umrah di desanya,” ujarnya.

Saat ini jumlah uang tabungan yang sudah mencukupi untuk berangkat saat ini baru 56 orang. “Sisanya dikoordinir untuk berangkat umrah di waktu berikutnya,” lanjutnya, dilansir Sindonews.

Ide untuk membuat tabungan umrah bersama-sama ini, menurut Sudirman berawal dari tradisi warga di desanya yang rutin melakukan kegiatan rekreasi dan ziarah ke makam Wali Songo. Karena ziarah ke makam Wali Songo sudah sering di lakukan, mereka kemudian berinisiatif untuk ziarah ke kota suci Makkah atau berangkat umrah.

Meski awalnya hanya bercanda, namun setelah dijalankan dengan semangat menabung setiap hari cita-cita berangkat umrah satu kampung itu akhirnya bisa terwujud hari ini. Tangis haru pun mewarnai keberangkatan puluhan jamaah umrah yang dilepas pada Rabu (13/9/2023) pagi. Dengan dilepas oleh tokoh masyarakat setempat dan dikawal oleh mobil polisi, puluhan jemaah umrah itupun akhirnya bertolak dari desanya menuju tanah suci.

Advertisement