

TAIWAN – Di siang bolong, seorang pria merenggut seorang gadis empat tahun dari sepedanya dan kemudian memenggal kepalanya dengan golok.Warga Taiwan menjadi shock dengan peristiwa sadis itu.
“Sang ibu tidak bisa melindungi anaknya meskipun dia berdiri tepat di dekat nya. Bagaimana kita dapat merasa yakin bahwa anak-anak kita akan aman?” tanya Lindy Wang, seorang ibu di Taiwan yang memiliki tiga anak.
Pada Senin malam, (28/3/2016) kemarahan warga tercurah di jalan saat seorang pria berusia 40 tahun, yang merupakan tersangka pelaku, ditangkap dan digiring ke kantor polisi. Beberapa orang berusaha memukulnya.
Akibat kejadian itu, semua Sekolah dijaga ketat oleh Polisi. Orang-orang meyakini, Penyerang telah menguntit si anak dari sekolahnya. Untuk itu mulai Selasa (29/3/2016) Polisi dikirim ke sekolah-sekolah untuk memastikan semuanya aman, terutama ke sekolah korban di mana penyerang diyakini menguntitnya dari sekolah itu.
Menurut BBC, pembunuhan itu adalah kasus terbaru dalam serangkaian serangan acak di kota itu dan merupakan serangan ketiga terhadap anak-anak dalam empat tahun terakhir.
Warga semakin ketakutan ketika seorang polisi juga menjadi korban penikaman di bagian kepala oleh seorang pria berusia 28 tahun, Selasa (29/3/2016). Ketika itu sang polisi bertanya kepada pria itu kenapa ia berdiri di jalur kereta sambil memegang pisau. Namun dijawab dengan tusukan pisau tersebut.
Warga Taiwan menjadi heran kenapa tiba-tiba terjadi kejahatan di kawasan itu, karena sebelumnya menurut survey global, pulau kecil itu dinilai sebagai tempat paling aman kedua di dunia karena tingkat kejahatan yang rendah.
Halaman Berikut : Bukan Masalah Kejahatan




