Waspada! Eskalasi Virus Corona

Sampai Minggu (26/1) tercatat 52 korban terinfeksi virus corona yang meninggal di China, 1.400 terinfeksi, dan di lebih sepuluh negara ditemukan kasus-kasus infeksi virus tersebut. Kewaspadaan segenap jajaran Kesehatan terus dituntut, sedangkan warga diminta menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

WALAU belum terkorfirmasi adanya korban terinfeksi virus corona di Indonesia sejauh ini, penyebarannya, baik di wilayah China mau pun negara lain semakin meluas , hingga perlu terus diwaspadai.

Tujuh penumpang pesawat Lion Air yang tiba di Manado dari Guangzhou, China Sabtu lalu (25/1) semula sempat dicurigai terpapar infeksi virus corona galur (strain) baru (2019 novel corona atau 2019 n-CoV), terutama seorang yang terkena flu, namun kemudian mereka dinyatakan negatif.

Dua petugas medis di RS dr. Sardjito, Yogyakarta juga dikabarkan di medsos terpapar virus corona, namun setelah dicek, sumber beritanya ternyata tidak jelas hingga dipastikan postingan hoaks.

Namun sejak pasien pertama kali terindentifikasi di Pusat Makanan Olahan Hasil Laut di Huanan, Wuhan, China, 8 Des. lalu, sampai Minggu (26/1) sudah tercatat 52 korban tewas di berbagai kota di China, sedang yang terjangkit dan sebagian masih dirawat lebih 1.400 orang.

Kecemasan melanda China, bahkan dilaporkan Presiden Xi Jinping memimpin rapat penanggulangan epidemi virus corona yang sudah menyebar di 29 provinsi di negara berpenduduk 1,5 milyar jiwa itu.

Sejumlah kota di Provinsi Hubei khususnya Wuhan diisolasi dengan larangan berpergian, termasuk sekitar 90-an warga negara RI, sebagian besar mahasiswa yang sedang menuntut ilmu.

Virus 2019 ncorona dilaporkan sudah menyebar a.l. di AS, Australia, Jepang, Filipina, Hong Kong, Kanada, Korea Selatan, Malaysia, Macao, Singapura dan Vietnam.

Pemerintah RI menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi penyebaran nCoV dengan memasang pemindai suhu tubuh (thermal scanner) di 135 bandara yang menjadi pintu-pintu masuk, khususnya turis asal China.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, virus korona yang pertama kali terdeteksi di Wuhan berasal dari ordo sama dengan sindrom pernafasan Timur Tengah (MERS-CoV) dan sindrom pernafasan akut parah (SARS-CoV). Bedanya, galur virus yang baru sebelumnya tidak pernah ditemukan pada manusia.

SARS pernah menyebar dari China ke sejumlah negara di dunia pada periode antara 2002 dan 2003 sehingga menewaskan 800 orang dan menjangkiti lebih delapan ribu orang.

Gejala pasien terinfeksi virus korona a.l. demam, batuk dan sulit bernafas dan dalam kondisi yang lebih parah, bisa menyebabkan radang paru (pneumonia), gagal ginjal, sindrom pernafasan akut dan bisa berujung kematian.

Begitu ganasnya virus tersebut, jaringan Global TV China melaporkan, seorang dokter bernama Liang Wudong (62) meninggal setelah merawat sejumlah pasien yang sebelumnya terinfeksi lebih dulu.

Selain upaya mencegah masuknya nCoV dari bandara-banaraatau pelabuhan dan kesiapan RS jika diperlukan untuk menangani pasien terinveksi nCoV, pola hidup bersih, termasuk sering mencuci tangan dan menjaga kebersihan makanan perlu terus disosialisasikan pada masyarakat.

Waspada dan terus waspada!

Advertisement