
SEJUMLAH wilayah di Indonesia sampai Juli 2023 akan mengalami hujan ringan, sedang sampai berat akibat dinamika atmosfir yang meningkatkan potensi hujan pada periode musim kemarau tahun ini.
Menurut Plt Pusat Meteorologi BMKG Andi Ramdhani (7/7), aktifnya fenomena gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial yang menjadi penyebab turunnya hujan.
Hujan dalam kategori ringan akan turun di sejumlah wilayah di Indonesia, sementara di bagian lain akan mengalami hujan ekstrim yakni sebagian wilayah Bali, sedangkan hujan lebat dan sangat lebat akan turun di Bengkulu, Jawa tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.
Andi menuturkan, walau el Nino sudah tiba dan berkontribusi menurunkan curah hujan, dampaknya di Indonesia belum merata dan cenderung lemah, bahkan sejumlah wilayah mengalami hari-hari tanpa hujan dalam waktu panjang, sebaliknya di bagian lain hujan lebat mengakibatkan banjir.
Di Lumajang, Jawa Timur, banjir dan longsor menewaskan empat warga dan memutus akses jalan penghubung Malang dan Lumajang, sedangkan di Bali seorang warga juga dilaporkan tewas.
Banjir dan longsor menerjang Dukuh Sriti, Desa Sumbirurip, Lumajang, Jumat dinihari (77) tersebut menewaskan seorang kepala keluarga, Adi Perkasa (23), isterinya, Candra Agustina (20) dan anakna yang masih bayi, Galang Narenda (4).
Materi dan longsoran tanah menutupi seluruh badan sepanjang 10 meter jalan di ruas jalan penghubung Malang – Lumajang dimana titik longsornya ada di kilometer 58 jalur Piket Nol. Banjir dan longsor dilaporkan pula di wilayah selatan Kab. Malang.
Stasiun BMKG Sidoarjo juga mengingatkan, saat ini wilayah Jatim tengah berada di musim kemarau sedangkan angin bertiup dominan dari arah timur dan tenggara yang berpotensi memicu cuaca ekstrim di kawasan tersebut.
Diharapkan seluruh aparat desa sampai yang terujung, RT dan RW, BPBD dan segenap warga siap siaga.


