Waspada! Hujan Seminggu ke Depan

Awas cuaca ekstrim terutama di Indonesia bagian barat termasuk Jabodetabek sepekan ke depan akibat anomali cuaca.

SELAIN lonjakan penyebaran Covid-19, warga di wilayah Indonesia bagian barat termasuk DKI Jakarta dan wilayah aglomerasinya (Bodetabek) harus bersiap-siap menghadapi cuaca ekstrim sepekan ke depan.

Bibit siklon tropis 93S yang tumbuh di Samudera Hindia selatan barat daya  (7/2) bisa memicu hujan dengan intensitas sedang sampai berat, begitu pula aktivitas Madden Julian Oksilation (MJO) yang bakal menaikkan potensi hujan di Indonesia Barat.

Direktur  Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Miming Saepudin, Selasa (8/2) mengemukakan, bibit siklon 93S saat ini berada di atas Samudera Hindia, sekitar 485 Km selatan barat daya Jakarta.

Pusat Siklon Tropis Jakarta BMKG menyebutkan, bibit siklon tersebut berkecepatan angin maksimal 25 knot (46,3 Km) dan tekanan terendah di pusat sistem, 1.004 milibar (mb), sedangkan dari pantauan citra satelit Himawari-8 kanal IR, Minggu, tampak pemusatan angin yang tumbuh di sekitar sistem.

Angin kencang berkecepatan 25 sampai 30 knot berpotensi terjadi di Bengkulu, Sumatera Selatan,Lampung dan Jawa Barat dan Laut Jawa, sementara gelombang setinggi 1,25 sampai 2,5 meter kemungkinan terjadi di L. Jawa, dan sampai empat meter di Kep. Mentawai, Bengkulu Selatan serta selatan Jawa Timur.

MJO adalah osilasiI ( variasi periodik terhadap waktu pengukuran) di luar musim pada lapisan troposfer yang bergerak dari Barat ke Timur dengan periode osilasi 30 sampai 60 hari, berdampak pada anomali curah hujan di wilayah yang dilaluinya.

Aktivitas MJO yang saat ini berada di fase 2 diprediksi dalam sepekan akan berada di fase 3 (Samudera Hindia)  atau berpotensi meningkatkan potensi curah hujan di Indonesia bagian Barat.

Pada hari, Senin dan Selasa (8 dan 9 Feb.), hujan diprediksi turun merata di Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, sebagian Sulawesi, Maluku dan Papua.

Antisipasi cuaca ekstrim dan tetap patuhi prokes 5M untuk mencegah terpapar Covid-19 terutama varian virus baru Omicron. (Kompas/ns)

 

 

 

Advertisement