Waspada! Kandungan Karsinogenik di Obat Nyamuk Berpotensi Sebabkan Kanker

Ilustrasi obat nyamuk bakar. (Foto: stocksnapper)

JAKARTA – Ketua Perhimpunan Dokter Kesehatan Kerja Indonesia (IDKI), dr. Eddy, MS (OH), mendorong masyarakat agar selalu memeriksa bahan aktif dalam obat nyamuk guna mengurangi risiko masalah kesehatan akibat zat kimia yang terdapat di dalamnya.

Eddy menjelaskan, pentingnya memeriksa kandungan dalam obat nyamuk yang dapat berpotensi menyebabkan kanker akibat senyawa karsinogenik.

“Bagaimanapun, lebih baik cek bahan aktif yang ada di dalam semua obat nyamuk, cek MSDS-nya (lembar keselamatan bahan), dari situ kita bisa cek ini sebenarnya mengandung bahan aktifnya apa,” kata Eddy, dilansir dari Antara, Sabtu (12/8/2023).

Ia menyarankan untuk menghindari obat nyamuk yang mengandung bahan karsinogenik, meskipun dalam jumlah kecil, karena risiko kanker tetap ada.

Selain itu, meskipun tidak mengandung bahan karsinogenik, Eddy menekankan pentingnya memeriksa nilai ambang batas (NAB) dari dosis bahan kimia dalam obat nyamuk untuk mencegah efek negatif.

“Kalau memang dia nonkarsinogenik dilihat NAB-nya, berapa NAB-nya, kandungannya (bahan kimia) berapa, kalau rasanya kecil, ya, no problem, tapi kalau cukup besar hati-hati,” kata Eddy.

Eddy, yang juga anggota Bidang Kajian Penanggulangan Penyakit Tidak Menular PB IDI, menjelaskan bahwa obat nyamuk cair mengandung bahan kimia beracun yang dapat merusak sistem saraf dan otot pernapasan hingga menyebabkan kematian jika tertelan.

“Kalau tidak sengaja terminum, obat nyamuk cair akan cukup bahaya bisa menyebabkan gangguan saraf, mem-block otot-otot pernapasan kita sehingga bisa muntah-muntah dan sebagainya akhirnya nggak bisa nafas lalu meninggal,” ujar Eddy.

Informasi mengenai kandungan bahan kimia bisa didapatkan pada lembar keselamatan bahan material safety data sheet (MSDS).

MSDS mencantumkan berbagai berbagai informasi seperti kandungan berbahaya suatu bahan kimia, karakteristik fisik atau kimia dari bahan itu, data reaktivitas, bahaya terhadap kesehatan, hingga prosedur pemakaian dan penanganan.

Advertisement