
WALAU sampai hari ini (Selasa, 12/2) belum ditemukan warga Indonesia yang terinfeksi virus korona (2019 n-CoV), kewaspadaan harus terus ditingkatkan mengingat korban tewas sudah mencapai 1.013 orang.
Dari jumlah korban yang tewas, CNN melaporkan, 1.011 orang berasal dari berbagai wilayah di daratan China, dan masing-masing satu korban di Hong Kong dan Filipina.
Kasus kematian tertinggi di Prov. Hubei dengan jumlah korban 974 tewas, masing-masing tiga orang di Prov. Heilongjian, Hebei dan Chongking, slebihnya tersebar di sejumlah wilayah di daratan China, sementara korban yang terinfeksi sudah mencapai lebih 40.000 orang.
Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Thedos Adanom Ghebreyesus di Jenewa, Minggu lalu mengingatkan, kecilnya jumlah kasus yang terdeteksi mengindikasikan terjadinya penularan lebih luas di negara-negara lain.
Di Indonesia sendiri juga muncul kecemasan, belum ditemukannya korban terinfeksi virus yang menyerang pernafasan itu bukan berarti bahwa negeri ini sudah terbebas dan jangan-jangan malah akibat ketidakmampuan otoritas kesehatan mendeteksinya.
Mengingat begitu banyaknya pintu-pintu masuk, baik dari udara, laut mau pun darat, otoritas Indonesia memang tidak boleh lengah atau kecolongan sehingga virus tersebut sampai masuk, tanpa terdeteksi.
Bayangkan saja, virus mematikan yang telah bermutasi dari virus korona galur sebelumnya yakni virus pernafasan akut (SARS) dan virus Timur Tengah (MERS) saat ini sudah menjadi endemi, menyebar ke 27 negara, termasuk negara-negara maju layanan kesehatannya seperti AS, Jepang dan Uni Eropa.
Dalam beberapa hari terakhir ini, beberapa orang yang baru pulang dari China yang diduga terpapar infeksi NCoV seperti di Temanggung dan Surabaya ternyata tidak terbukti.
Sebanyak 1.890 WNI yang saat ini masih berada di China, selain 138 orang yang sudah dipulangkan dan sedang dikarantina di P. Natuna dilaporkan dalam kondisi sehat dan KBRI juga akan memfasilitasi kepulangan mereka.
Tetap waspada sebelum terlambat, mengingat begitu cepat mewabahnya infeksi virus korona n-CoV.




