Waspada! Lonjakan Covid, Juli

Tren harian subvarian Omicron terus meningkat sejak awal Juni, dan diperkirakan puncaknya pada Juli nanti. Waspada! patuhi prokes dan alakukan apola hidup sehat.

TREN kenaikan penyebaran Covid-19 akibat terinfeksi subvarian virus SARS-CoV-2 Omicron BA4 dan BA5 yang berlangsung sejak 6 Mei lalu diprediksi bakal mencapai puncaknya pada minggu kedua Juli, 2022.

“Itu sebabnya kami mendorong agar pemberian vaksin penguat (booster) bisa dipercepat agar imunitas masyarakat terbentuk dengan baik, “ kata Menkes Budi Gunadi Sadikin (13/6).

Namun menurut dia, jika masyarakat siap (maksudnya tetap mematuhi prokes-red) termasuk sudah menerima suntikan vaksin booster guna memperkuat perlindungannya, diharapkan puncaknya tidak terlalu tinggi.

Peringatan tersebut disampaikan menkes dalam rapat evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dipimpin Presiden Joko Widodo (13/6).

Rapa tantara lain membahas tren kenaikan Covid19 yang sampai awal Mei lalu sempat menurun sampai di bawah 200 kasus (paling rendah 3 Mei sebanyak 107 kasus), mulai merambat lagi sejak awal Juni.

Selanjutnya, jika pada periode antara 1 sampai 6 Juni tercatat kenaikan menjadi antara 304 sampai 395 kasus, sejak 7 – 13 Juni naik lagi antara 518 sampai 627 kasus (tertinggi 10/6 dengan 627 kasus).

Lengkapnya, sampai 13/6, jumlah paparan  Covid-19 di Indonesia  6.060.488 kasus (bertambah 551 kasus), 156.643 orag meninggal (tambah dua orang) dan yang sembuh 5.899.111 orang (bertambah 353 orang).

Namun Sekretaris Ditjen Kesehatan Masyarakat Siti Nadia Tarmizi menuturkan, walau terjadi kenaikan kasus harian Covid-19 sejak awal Juni, namun angkanya masih terkendali karena jumlah pasien yang dirawat inap dan tingkat penularannya masih di bawah batas yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Namun kewaspadaan harus terus ditingkatkan, mengingat subvariant Omicron BA4 dan BA5 juga dilaporkan menjadi penyebab naiknya angka Covid-19 di Afrika Selatan, Portugal dan Taiwan.

Sementara Sekjen Ketua Perhimpunan Alergi dan Imunolog Indonesia Iris Rengganis mengemukakan, risiko penularan berulang atau reinfeksi bisa saja terjadi di tengah aktivitas masyarakat yang kembali meningkat.

“Untuk itu, upaya pelindungan kian penting bagi kelompok rentan seperti kaum lansia dan  anak-anak, “ ujarnya.

Sementara sampai (13/6) vaksinasi dosis I telah menjangkau 200,88 juta penduduk (96,5 persen), dosis II sebanyak 168,11 juta (80,72 persen) dan dosis III (booster) 47,76 juta (22,9 persen). WHO mempersyaratkan, 80 persen penduduk (Indonesia 208,26 juta) harus divaksin untuk mencapai herd immunity).

Tidak ada yang bisa menjamin, telah divaksin lengkap plus booster pun, bakal bebas dari paparan Covid-19, karena masih ada kemungkinan terinfeksi ulang.

Tetap patuhi prokes dan terapkan pola hidup sehat!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement