
HUJAN sesaat, penyebab banjir dan genangan air di sejumlah kawasan ibukota, Senin siang (11/12) diperkirakan masih terus akan turun, bahkan dengan intensitas lebih tinggi jelang puncak musim hujan, Januari sampai Februari nanti.
Kabid Informasi dan Prediksi Cuaca BMKG, Ramlan S mengemukakan, hujan lebat selama empat jam yang sempat merendam sejumlah kawasan di Jakarta terjadi karena atmosfir yang didominasi aliran uap air basah berasal dari Samudera Hindia walau belum puncaknya musim hujan.
Hujan yang turun merata, menurut dia, menandai berakhirnya monsun break dan aktifnya kembali monsun atau musim hujan.
Hujan di Jabotabek kali ini juga belum bisa dikategorikan ekstrem karena intensitasnya baru mencapai 70 sampai 80 mm, masih di bawah 100 mm per hari sesuai standar ekstrem yang ditetapkan BMKG.
Hujan ekstrem diprakirakan akan mengguyur Jakarta pada puncak musim hujan Januari atau Ferbruari, bahkan menurut catatan, curah hujan di ibukota tercatat mencapai 360 mm per hari pada 9 Februari 2015.
Berkembangnya fenomena La Nina di kawasan Pasifik bagian tengah, menurut Ramlan, membuat peluang turunnya hujan ekstrem cukup tinggi karena kondisi seperti ini biasanya berkaitan dengan peningkatan akumulasi hujan di sebagian besar wilayah termasuk Jabodetabek.
Hujan dengan intensitas tinggi di wilayah ibukota selain mengakibatkan genangan, juga membuat beberapa dari 13 sungai yang bermuara di Teluk Jakarta meluap dan merendam permukiman warga seperti terjadi di Kel. Jatipadang, Jaksel.
Tanggul penahan aliran Kali Pulo di Kel. Jatipadang lagi-lagi jebol akibat tidak kuat menahan debit air sungai yang melimpas ke permukiman, merusak puluhan bangunan rumah warga.
Lalulintas sehari-hari di Jakarta yang didera kemacetan semakin parah akibat genangan air yang merendam sjumlah ruas jalan protokol di Jakpus, Jl. Sudirman – Jl. MH Thamrin, juga ruas jalan MT Haryono di Jaktim dan Jl. Latumeten, Jl. S Parman dan Jl. Kyai Tapa di wilayah Jakbar.
Plafon bioskop Planet Hollywood di kawasan Jl. Gatot Subroto jebol diterjang air sehingga pertunjukan terpaksa dihentikan, sementara genangan air setinggi paha orang dewasa di kawasan terminal Blok M. Beruntung, genangan air yang terjadi siang hari, mulai surut di saat puncak arus lalulintas pada jam pulang kerja.
Wilayah langganan banjir di ruas Jl. Daan Mogot, Jakbar juga tidak luput dari genangan air setinggi lutut mulai dari simpang Harmoni sampai pintu jalan toll Tomang, sementara banjir juga menggenangi underpast Dukuh Atas, Jakpus sehingga membuat kemacetan parah di jalan skitarnya.
Hari Selasa siang (12/12) ibukota kembali diguyur hujan dan diprediksi dalam beberapa hari mendatang hujan masih akan menyambangi wilayah Jabodetabek dan sejumlah wilayah di Pulau Jawa.
Warga lagi-lagi diingatkan agar bersiap-siap menghadapi banjir, karena hujan yang turun kali ini baru awal, belum akhir musim hujan tahun ini.




