Waspada Penularan Virus dari Pasien OTG

Warga yang mengikuti Isolasi Mandiri (Isoman) harus dipantau dan diawasi. Sebanyak 311 meninggal sejak Juni lalu dan di Jakarta saja, 47 dari 346 kematian pada 3/7 adalah warga yang mengikuti Isoman.

JAKARTA – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 mengingatkan seseorang yang terinfeksi virus corona dan tidak bergejala tetap mampu menularkan virus COVID-19.

“Hal ini berarti orang yang tampak sehat-sehat saja belum tentu terbebas dari infeksi COVID-19,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan, menurut studi di China, orang tanpa gejala dapat menyumbangkan sekitar 24 persen dari keseluruhan penularan yang terjadi di populasi.

Maka itu, Wiku meminta masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan secara menyeluruh, baik untuk orang sehat maupun sakit.

“Metode testing seperti PCR yang dapat mengukur CT Value hanya sekedar mengukur jumlah virus yang terdapat di dalam tubuh seseorang, bukan jumlah virus yang mampu ditularkan dari orang tersebut ke orang lain,” paparnya.

Wiku menambahkan, strategi berikutnya dalam melakukan pencegahan penularan adalah melakukan surveilans aktif, khususnya pada tempat-tempat yang berisiko tinggi terjadi penularan seperti rumah sakit, kantor maupun sekolah.

Kemudian, memprioritaskan percepatan vaksinasi pada kelompok rentan seperti lansia, penderita komorbid, dan orang yang belum divaksinasi sama sekali atau dosis penuh untuk mencegah risiko kematian yang tinggi.

 

Advertisement