WHO Minta Akses Masuk Bantuan Korban Serangan Kimia di Suriah

ilustrasi Anak-anak Suriah korban senjata kimia/ AFP

JENEWA – Organisasi Kesehatan Dunia pada hari Rabu (11/4/2018) menuntut akses bantuan untuk para korban serangan kimia yang diduga di Suriah, dan menyuarakan kemarahan pada serangan yang menyebabkan gejala konsisten dengan paparan zat beracun.

“Kita semua harus marah pada laporan dan gambar mengerikan dari Douma di mana serangan Sabtu terjadi,” kata Peter Salama, kepala tanggap darurat badan PBB.

“WHO menuntut segera akses tanpa hambatan ke daerah untuk memberikan perawatan kepada mereka yang terkena dampak, untuk menilai dampak kesehatan, dan untuk menyampaikan respon kesehatan masyarakat yang komprehensif,” tambahnya, dilansir AFP.

Mengutip informasi yang sebelumnya dirilis oleh organisasi kesehatan setempat, WHO mengatakan bahwa “sekitar 500 pasien yang datang ke fasilitas kesehatan menunjukkan tanda dan gejala yang konsisten dengan paparan bahan kimia beracun”.

“Ada tanda-tanda iritasi parah pada selaput lendir, kegagalan pernafasan dan gangguan pada sistem saraf pusat dari mereka yang terpapar,” tambah pernyataan itu.

Amerika Serikat, Inggris dan Perancis berpendapat bahwa insiden itu mengandung semua tanda-tanda pemogokan yang diperintahkan oleh rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Assad telah disalahkan atas serangan sebelumnya oleh Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW) dan penyelidik kejahatan perang yang didukung PBB.

WHO telah mengirimkan obat yang mampu mengobati beberapa jenis agen kimia ke klinik melalui serangkaian konvoi kemanusiaan yang ditempatkan di seluruh negeri dalam beberapa tahun terakhir.

Para pejabat PBB juga menuduh pasukan Assad kadang-kadang memindahkan perawatan tersebut dari kendaraan kemanusiaan.

Advertisement