Wilayah Masih Dikuasai KKB, Warga Tiga Kampung di Distrik Tembagapura Masih Bertahan di Pengungsian

Ilustrasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya menyerang dan menewaskan 14 pekerja PT Istaka Karya yang sedang mengerjakan proyek jembatan Kali Yaurak dan Kali Yigi, Kab. Nduga, Papua (2/12)

TIMIKA – Warga tiga kampung di Distrik Tembagapura yang diungsikan sementara sejak Februari ke Timika, Provinsi Papua, masih bertahan di pengungsian karena Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) belum juga meninggalkan perkampungan warga.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw meminta warga tiga kampung tersebut, yakni Waa-Banti, Opitawak dan Kimbeli, untuk tetap bersabar. Pihaknya akan mengupayakan para pengungsi bisa kembali dalam waktu dekat.

“Mohon untuk masyarakat bersabar dulu. Saya mengerti betul keadaan saudara-saudara dari Tembagapura. Kami akan segera membahas dan membicarakan ini dengan baik. Kami akan menangani ini secara bersama dengan melibatkan Pemda Mimika dan tokoh-tokoh yang ada,” kata Irjen Waterpauw, Minggu (26/7/2020).

Diketahui warga Tembagapura yang mengungsi ke Timika sejak gabungan KKB mulai memasuki perkampungan mereka pada awal Februari lalu.

Waterpauw mengatakan dirinya mengerti ada keterbatasan tempat tinggal, logistik makanan dan lainnya. “Belum lagi karena ada pandemi Covid-19. Tentu mereka juga mengalami banyak kesulitan untuk melakukan aktivitas,” kata Paulus Waterpauw, dilansir iNews.

Namun, di sisi lain, masyarakat tiga kampung yang mengungsi ke Timika tidak menjadi korban KKB. Sebab, KKB selama ini selalu mengorbankan masyarakat dan menjadikannya sebagai tameng hidup.

Paulus Waterpauw juga meminta warga tiga kampung Distrik Tembagapura yang sementara ini mengungsi ke Timika untuk optimistis bisa kembali ke kampung mereka. Polisi juga akan melakukan upaya-upaya untuk segera mengeluarkan kelompok bersenjata ini dari wilayah Tembagapura supaya masyarakat bisa kembali ke sana.

 

Advertisement